
PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau mulai mencium adanya penyalahgunaan narkotika disejumlah lokasi tempat hiburan malam. Bahkan tercatat ada empat kabupaten/kota yang ditenggarai mulai rawan peredaran barang haram tersebut.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Penidakan dan Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun, Senin (15/2/2016). "Paling rawan peredaran narkotika itu Dumai, Rohil, Tembilahan serta Kota Pekanbaru yang didominasi narkoba jenis sabu-sabu. Kalau Pekanbaru dan Dumai dominan ekstasi," katanya.
Haldun yang ditemui GoRiau.com di ruangannya melanjutkan, untuk memutus pasaran barang terlarang ini, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali bergerilya melakukan razia di tempat hiburan malam serta kos-kosan yang disinyalir disalahgunakan untuk mengkonsumsi narkoba.
"Kita sudah melakukan pemetaan. Sudah ada catatannya. Kita tunggu saja tanggal mainnya. Memang lokasinya mayoritas tempat hiburan malam," beber Haldun. "Selain itu kita juga fokus untuk memberantas para pengedarnya. Bayangkan saja dampaknya kalau narkoba itu menyebar," tegas Haldun.
Selama Januari 2016 ini saja, BNN Riau tercatat sudah beberapa kali membekuk pengedar narkoba. Bahkan belum lama ini bos besar sekaligus pemilik prostitusi terbesar di Kota Duri berinisial Ahok berhasil disikat BNN Riau, plus kaki tangannya juga turut diamankan. ***