
JAKARTA – Jimmy Carter, Presiden ke-39 Amerika Serikat, meninggal dunia di kediamannya di Plains, Georgia, pada Minggu (29/12/2024) waktu setempat, dalam usia 100 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarganya setelah Carter menjalani perawatan paliatif selama hampir dua tahun.
Pemilik nama lengkap James Earl Carter Jr. ini dikenal luas karena upayanya memperjuangkan perdamaian dan hak asasi manusia. Putranya, Chip Carter, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.
“Ayah saya adalah pahlawan bagi banyak orang yang percaya pada perdamaian dan cinta tanpa pamrih,” ujar Chip, dikutip dari Reuters, Senin (30/12/2024).
Carter meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002 atas dedikasinya memajukan solusi damai untuk konflik global, demokrasi, dan pembangunan ekonomi. Salah satu pencapaiannya yang paling dikenang adalah Perjanjian Camp David pada 1978, yang menjadi tonggak stabilitas antara Israel dan Mesir.
Jimmy Carter, politisi Partai Demokrat, memenangkan pemilihan presiden pada 1976 setelah mengalahkan petahana Gerald Ford. Namun, masa jabatannya diwarnai berbagai tantangan, termasuk resesi ekonomi dan krisis penyanderaan Iran yang berlangsung selama 444 hari. Hal ini membuat popularitasnya menurun, hingga ia kalah telak dari Ronald Reagan pada pemilu 1980.
Meski hanya menjabat satu periode, Carter tetap dikenang sebagai sosok yang bekerja keras untuk perdamaian dan kemanusiaan, meskipun masa kepresidenannya dianggap kurang berhasil secara politik.
Kehidupan Pasca-Presiden;
Setelah meninggalkan Gedung Putih, Carter menjalani hidup panjang yang penuh aktivitas. Ia tetap aktif hingga usia 90-an, terutama melalui organisasi perumahan *Habitat for Humanity* dan Carter Center, lembaga yang didirikannya untuk memajukan kesehatan, demokrasi, dan resolusi konflik di seluruh dunia.
Pada 1 Oktober 2024, Carter merayakan ulang tahunnya yang ke-100, menjadikannya mantan presiden AS pertama yang hidup hingga seabad. Ia juga tercatat sebagai presiden AS pertama yang lahir di rumah sakit dan satu-satunya lulusan Akademi Angkatan Laut AS yang menjadi presiden.
Carter memilih menerima perawatan paliatif sejak Februari 2023, setelah didiagnosis menderita melanoma yang menyebar ke hati dan otaknya. Istrinya, Rosalynn Carter, meninggal lebih dahulu pada November 2023 di usia 96 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi Carter.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan fisik, Carter tetap dihormati atas dedikasinya selama beberapa dekade untuk kemanusiaan. Dunia kini mengenang Jimmy Carter sebagai sosok pemimpin sederhana yang terus bekerja untuk perdamaian hingga akhir hayatnya. ***