
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kualitas udara makin memburuk pasca semakin pekatnya kabut asap yang melanda Riau, Rabu (21/10/2015). Setidaknya ada 11 alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara diatas ambang berbahaya.
Menurut data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau, 11 titik pantauan se-Riau menunjukkan level kualitas udara melewati ambang berbahaya. Paling parah diantaranya kawasan Pekanbaru, Kampar, Siak, Dumai, Rohil dan Bengkalis, dengan konsentrasi PM10 sudah sangat mengkhawatirkan.
Dirincikan, alat ISPU yang terpasang di Pekanbaru, diantaranya Panam, Kulim, Sukajadi dan Rumbai menunjukan angka konsentrasi PM10 mencapai 394 hingga 784, dengan status berbahaya. Begitu pula dengan alat ISPU di Petapahan Kampar, Minas, Bangko, Libo dan Duri, yang juga sudah melebihi ambang berbahaya.
Pantauan GoRiau.com di Pekanbaru, asap membuat jarak pandang terus menurun. Bahkan asap itu berwarna kemerahan dan sangat berbau. "Berhenti ajalah bernafas lagi kalau kayak gini. Ndak pernah ada akhirnya kabut asap di Riau. Alasannya kiriman terus, tapi nggak ada aksi dari pemerintah," ketus Ismed, warga Pekanbaru.
Akibat pekatnya asap, praktis membuat Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru bakal lumpuh total seperti hari-hari sebelumnya, lantaran jarak pandang di runway sangat berbahaya dilakukan pendaratan maupun penerbangan. (had)