
PEKANBARU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Riau, Maizar, menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang bersih dari peredaran narkoba dan penggunaan telepon seluler (HP) ilegal.
Penegasan ini disampaikan Maizar menyikapi dugaan keterlibatan salah satu warga binaan di Riau dalam jaringan peredaran narkoba.
“Seperti yang ditegaskan Bapak Menteri Hukum dan HAM, Zero Narkoba dan HP adalah harga mati. Kami tidak akan main-main,” ujar Maizar, Sabtu (18/5/2025).
Ia menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk mendalami informasi tersebut. Jika terbukti ada keterlibatan warga binaan, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami siap bekerjasama dengan pihak kepolisian dan akan responsif terhadap setiap dugaan pelanggaran. Jika terbukti, hak-hak bersyarat seperti remisi dan pembebasan bersyarat akan dicabut,” tegasnya.
Maizar juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan. Ia menilai keterlibatan publik sangat penting dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan dari ancaman narkotika dan penyalahgunaan perangkat komunikasi.
“Kami terbuka menerima informasi dari masyarakat. Jika ada aduan, silakan sampaikan, kami pasti akan tindak lanjuti. Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan HP,” tutupnya.
Komitmen "Zero Narkoba dan HP" merupakan salah satu fokus utama reformasi pemasyarakatan yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat integritas, keamanan, dan ketertiban dalam sistem pembinaan narapidana di seluruh Indonesia. (ant)