
SELATPANJANG – Dinamika sosial dan pembangunan daerah menjadi sorotan dalam pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kepulauan Meranti masa khidmat 2025-2026 yang berlangsung di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan organisasi mahasiswa, tetapi juga diwarnai diskusi kritis terkait persoalan daerah, khususnya polemik penutupan panglong arang yang belakangan menjadi perhatian publik di Kepulauan Meranti.
Pelantikan dihadiri sejumlah pengurus PMII tingkat wilayah dan cabang, alumni, organisasi kepemudaan, serta tokoh mahasiswa. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 dan Forum Group Discussion (FGD) bertema "Peran Mahasiswa sebagai Penengah dalam Mencari Solusi Berkeadilan atas Penutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti".
Ketua PC PMII Kepulauan Meranti yang baru dilantik, Amri Sukarles, menegaskan kepengurusan baru membawa tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Ia menyebut PMII harus menjadi ruang pembinaan kader yang mampu melahirkan generasi muda berwawasan intelektual, kritis terhadap persoalan sosial, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menurut Amri, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan internal kampus, tetapi juga harus hadir memberikan gagasan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
"PMII ingin menjadi mitra strategis dalam pembangunan Meranti. Mahasiswa harus mampu hadir menawarkan solusi, bukan hanya menyampaikan kritik," ujarnya.
Ketua Umum PC PMII Kepulauan Meranti periode sebelumnya, Afir Darmawan, berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat baru dan menyesuaikan gerak organisasi dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Sementara itu, Ketua IKA PMII Meranti, Syukron Darsyah, menilai keberlangsungan organisasi membutuhkan dukungan bersama, baik dari kader, alumni, maupun seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, PMII di Kepulauan Meranti memiliki tantangan besar untuk terus tumbuh dan tetap relevan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Umum PKC PMII Riau, Ghulam Zaky. Ia mengapresiasi semangat kader PMII Meranti dan berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin aktif dalam merespons isu-isu masyarakat.
Perwakilan PB PMII, Syamsudin, menekankan pentingnya kader PMII, termasuk Korps PMII Putri (Kopri), mengambil peran dalam pembangunan daerah. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual yang mampu menjembatani berbagai persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Kepulauan Meranti, Febriyadi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan harapan agar PMII terus menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Meranti.
Ia menyebut PMII memiliki rekam sejarah panjang sebagai organisasi kader yang melahirkan banyak tokoh bangsa serta konsisten menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.
Menurutnya, mahasiswa di Kepulauan Meranti harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya vokal menyampaikan kritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan daerah.
"Pemerintah berharap PMII mampu melahirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, maupun penguatan nilai keagamaan dan budaya," katanya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga berharap keberadaan PMII dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, memperkuat kualitas generasi muda, serta menjaga nilai persatuan dan keislaman di tengah masyarakat. ***