
PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau mencatatkan tonggak sejarah baru dalam dunia akademik dengan meluluskan mahasiswa pertama Magister Ilmu Lingkungan melalui jalur non-tesis.
Adalah Andi Widodo, mahasiswa yang resmi menyandang gelar Magister Lingkungan (M.Ling) setelah karya ilmiahnya diterbitkan di jurnal terindeks Scopus Q4 dan Web of Science, Veredas do Direito, dengan judul “A Cultural Brokerage Approach to Conflict Resolution: Evidence from Indonesian Case Study”.
Andi berhasil menyelesaikan seluruh studinya hanya dalam tiga semester—memulai dengan ujian proposal pada semester kedua, langsung melakukan penelitian lapangan, dan menulis hasilnya menjadi artikel ilmiah yang diterima dan terbit dalam jurnal internasional.
Keberhasilan ini menandai perubahan paradigma dalam pendidikan pascasarjana, di mana kualitas publikasi ilmiah dapat menjadi jalur alternatif menuju kelulusan, tanpa melalui tesis konvensional.
Keberhasilan Andi Widodo juga tidak terlepas dari peran strategis pembimbingnya, Dr M Rawa El Amady dan Dr Eno Suwarno, yang secara intensif membimbing proses penelitian dan publikasi.
"Peran pembimbing sangat besar, sehingga saya bisa menyelesaikan studi dalam tiga semester dan lulus melalui jalur publikasi ilmiah,” ungkap Andi gembira, Kamis (5/3/2026).
Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Unilak Dr Ir Husni Mubarak, ST, MSc, CST, dalam keterangannya menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga cerminan komitmen akademik program studi untuk mendorong inovasi dalam pendidikan pascasarjana. “Jalur publikasi menuntut kualitas riset yang tinggi, ketelitian, dan daya saing ilmiah pada tingkat internasional. Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi nyata Andi Widodo dalam pengembangan ilmu lingkungan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain,” jelasnya.
Sementara bagi Dr M Rawa El Amady, pembimbing I Andi, momen ini memiliki makna ganda. “Saya ikut bangga karena bisa mengantar mahasiswa lulus melalui jalur jurnal akademis terindeks Scopus. Lebih membahagiakan lagi karena ini adalah pertama kalinya di Magister Ilmu Lingkungan Unilak,” ujar Rawa penuh kebanggaan.
Prestasi ini membuka perdebatan akademik yang menarik: apakah jalur publikasi ilmiah dapat menjadi alternatif yang sahih bagi mahasiswa pascasarjana, dan bagaimana hal ini memengaruhi standar penelitian, kualitas pendidikan, serta daya saing akademik di Indonesia. Dengan tren global yang semakin menekankan publikasi sebagai tolok ukur kontribusi akademik, pengalaman Andi Widodo bisa menjadi pionir sekaligus eksperimen pendidikan yang patut dicermati. ***