
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi persoalan daya tampung sekolah menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Pasalnya, jumlah lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Pekanbaru diperkirakan masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penerimaan siswa baru di sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat selisih sekitar 6.000 siswa antara jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP negeri yang tersedia.
"Lulusan SD kita itu banyak, sementara daya tampung SMP kita tidak sesuai dengan jumlah lulusan yang lebih besar. Ada selisih kurang lebih 6.000 anak," kata Markarius usai menghadiri jamuan bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan kursi di sekolah negeri.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Pekanbaru tengah menyusun skema kerja sama dengan sekolah swasta guna menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan pembiayaan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang nantinya bersekolah di lembaga pendidikan swasta.
"Bagaimana kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta, bagi anak-anak kita yang tidak mampu nanti tetap kita biayai dari pemerintah. Yang penting jangan ada anak-anak kita yang tidak sekolah," ujarnya.
Markarius menyebut saat ini terdapat sekitar 31 SMP swasta di Pekanbaru yang telah menyatakan kesiapan untuk membantu menampung siswa yang tidak diterima di SMP negeri.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi solusi sementara sembari pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan pendidikan melalui pembangunan sekolah baru dan penambahan sarana pendidikan.
"Kemarin sudah dirintis, ada 31 sekolah swasta yang siap menampung anak-anak kita tingkat SMP. Mudah-mudahan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak bisa masuk sekolah," katanya.
Menurut hematnya, meski dapat dibantu dengan kehadiran siswa yang lebih memilih bersekolah di SMP swasta, namun masih ada perkiraan 4.000 kuota lagi yang harus dicarikan solusinya.
Persoalan daya tampung SMP negeri memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Kota Pekanbaru setiap tahun ajaran baru. Sebagai ibu kota Provinsi Riau, pertumbuhan jumlah penduduk dan arus urbanisasi membuat kebutuhan layanan pendidikan terus meningkat.
Di sisi lain, Pemkot Pekanbaru saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran sekolah baru tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketimpangan antara jumlah lulusan SD dan ketersediaan kursi SMP pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, pelaksanaan SPMB SMP Negeri Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 Juni 2026 melalui sistem daring. Sebelum masa pendaftaran, calon murid diwajibkan mengikuti tahapan verifikasi dan validasi data yang berlangsung sejak awal Juni. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan setelah proses pendaftaran berakhir.
Pemkot Pekanbaru berharap pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar dan seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di sekolah negeri maupun swasta. ***