
DURI, GORIAU.COM - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis pada hari ketujuh Operasi Patuh di Kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (3/6/2015) sekitar pukul 15.00 WIB menggelar operasi di Jalan Hangtuah. Operasi Patuh kali ini dipimpin oleh Iptu Handono.
Dari pantauan GoRiau.com dilapangan, ada beberapa kejadian unik seputar Operasi Patuh hari ini. Dimana sejumlah warga tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor nekat menerobos brikade polisi, namun apa daya keinginan menghindar tetap kena tilang juga.
Bahkan, jelas-jelas Satlantas Polres Bengkalis sedang melakukan Operasi Patuh, masih ada pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus dan lewat dihadapan polisi yang sedang melakukan operasi. Tentunya, pengendara sepeda motor yang melawan arus itu kena tilang.
"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis, terkhusus di Kota Duri dan sekitarnya untuk mentaati peraturan lalu lintas saat berkendaraan. Selain membawa surat-surat, seperti SIM dan STNK, ada hal lainnya yang lebih penting," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Aloysius Supriyadi saat dikonfirmasi GoRiau.com melalui Kasat Lantas AKP Alex Sandhy Siregar.
AKP Alex Sandhy menjelaskan hal penting itu, yaitu menggunakan helm. Yang membawa sepeda motor, maupun yang dibonceng. Untuk mobil, pick up dan truk, sopir dan penumpang disamping sopir harus menggunakan sabuk pengaman.
"Menggunakan helm untuk keselamatan di jalan raya jika terjadi kecelakaan. Helm itu bukan aksesoris di kepala tapi untuk melindungi dari benturan jika terjatuh. Menggunakan sabuk pengaman juga buka aksesoris di dalam mobil, tapi membuat kita aman saat pengereman mendadak atau terjadinya tabrakan. Jadi kedua hal itu untuk keselamatan, bukan aksesoris," tutup Kasat Lantas.
Operasi Patuh pada hari ini selesai pada pukul 16.30 WIB. Dimana saat operasi patuh hari ini, puluhan kendaraan roda dua (sepeda motor) terjaring razia dan juga ada beberapa roda empat (mobil).(ric)