PEKANBARU - Kepolisian Lalu Lintas punya banyak cara untuk mensosialisasikan aturan dan tertib di jalan raya. Sosialisasi pendidikan tersebut tidak hanya menyasar kepada para pengendara saja, melainkan juga kepada para anak-anak, bahkan yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).
Seperti yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau dalam programnya Polsanak (Polisi Sahabat anak), yang sudah dimulai sejak akhir tahun 2015 lalu. Dalam program Polsana, mereka diperkenalkan sejak dini dengan segala hal yang berkaitan dengan jalan raya dan semua peraturannya.
Ratusan murid-murid TK tersebut diajak berkeliling di area Taman Lalu Lintas Riau Safety Driving Center (RSDC) Rumbai Pesisir, guna mengenalkan simulasi rambu-rambu lalu lintas berikut dengan fungsi petunjuk rambu itu sendiri, bagaimana caranya menyeberangi jalan, fungsi traffic light dan segala hal yang berkaitan dengan jalan raya.
Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang tugas Polisi Lalu Lintas sejak dini. Sehingga diharapkan anak-anak bisa paham tugas mulia seorang polisi, sekaligus menghilangkan rasa takut anak kepada polisi, dan merasa bangga kepada polisi sebagai abdi negara.
Uniknya, pengetahuan-pengetahuan tersebut dipaparkan juga dengan cara anak-anak, yakni bernyanyi sambil memperagakan gerakan-gerakannya. Bahkan anak TK ini juga mendapat kesempatan untuk berpatroli bersama Polisi Lalu Lintas (Polantas).
"Jadi sejak dini mereka sudah paham dengan aturan dan rambu lalu lintas, bahkan pekerjaan seorang polisi. Kalau setingkat SD, SMP dan SMA programnya Police Go to School dan untuk mahasiswa programnya Police To Campus," sebut Kanit Dikyasa Polda Riau, AKBP Elvanis, Kamis (7/1/2016) siang. ***