
PEKANBARU – Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau kembali menghidupkan diskursus publik mengenai masa depan pariwisata daerah yang ramah lingkungan. Bertempat di Warkop Union, Jalan Bandeng, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (14/2/2026), diskusi bertajuk "Suara Alam, Suara Kita" ini mengupas tuntas tantangan dan peluang ekowisata di Bumi Lancang Kuning.
Forum diskusi ini menghadirkan tiga perspektif berbeda dari para pegiat lingkungan, yakni Fandi Rahman dari Paradigma, Ahlul Fadli dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, dan Yanda Rahmanto yang mewakili tuan rumah, LPE. Kehadiran mereka memantik antusiasme puluhan peserta yang berasal dari berbagai Organisasi Anggota (OA) Walhi Riau serta pimpinan komunitas pencinta alam lainnya.
Koordinator LPE Riau, Muhammad Aprianda, menegaskan pentingnya kolaborasi gagasan untuk mendorong pariwisata yang tidak sekadar menjual keindahan visual, tetapi juga memiliki nilai konservasi yang kuat.
"Terimakasih kepada narasumber dan seluruh rekan-rekan yang hadir di acara ini. Kami berharap diskusi kali ini bisa memberi dampak dan melahirkan gagasan-gagasan cemerlang bagi dunia kepariwisataan khususnya yang mengutamakan konservasi lingkungan," ujarnya.
Selama kurang lebih dua jam, dialektika mengalir deras membahas irisan antara pariwisata berbasis lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Isu tata kelola destinasi wisata hingga kebijakan pemerintah yang mendukung keberlanjutan ekowisata menjadi sorotan utama agar pariwisata Riau tidak salah arah. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif dengan pemberian apresiasi bagi peserta yang melontarkan ide-ide kritis.
Selain adu gagasan, momen ini juga menjadi penanda regenerasi organisasi. LPE secara resmi mengukuhkan delapan anggota baru yang telah lulus proses seleksi ketat. Prosesi penyematan gelang dan seragam dilakukan langsung oleh Penasehat LPE, Kunni Masrohanti, sebagai simbol tanggung jawab baru dalam mengawal isu ekowisata.
"Semangat dan bergerak dengan sungguh-sungguh untuk ekowisata Riau, ya," pesan Kunni saat menyematkan atribut kepada perwakilan anggota baru. (rls)