
PEKANBARU – Minat baca masyarakat Riau terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Pada tahun 2023, IPLM Riau berada di angka 66,88, sedangkan TGM mencapai 66,69. Angka tersebut meningkat signifikan pada 2024, dengan IPLM naik menjadi 69,24 dan TGM mencapai 70,26.
Meski masih berada dalam kategori sedang, peningkatan ini menunjukkan hasil dari upaya kolaboratif antara pemerintah, perpustakaan, dan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Dra. Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan perpustakaan.
“Kami terus berupaya meningkatkan akses dan layanan perpustakaan. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.
IPLM dan TGM menjadi indikator utama dalam mengukur minat baca masyarakat. IPLM dinilai berdasarkan jumlah pustakawan, koleksi buku, jumlah kunjungan ke perpustakaan, serta akses terhadap fasilitas literasi. Sementara itu, TGM berfokus pada kebiasaan membaca masyarakat, termasuk frekuensi membaca dan partisipasi dalam berbagai kegiatan literasi.
“IPLM dan TGM bukan sekadar angka, tetapi cerminan bagaimana masyarakat kita semakin menghargai literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelas Mimi.
Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah meningkatnya kunjungan ke perpustakaan. Pada tahun 2024, Perpustakaan Soeman HS mencatat lebih dari 219 ribu kunjungan, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Program-program kreatif yang digelar perpustakaan, seperti outing class, dongeng interaktif, dan lomba literasi, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya dianggap sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar dan bermain yang menyenangkan,” tambahnya.
Selain itu, keberagaman koleksi buku juga berperan penting dalam meningkatkan minat baca. Perpustakaan Soeman HS memiliki lebih dari 68 ribu judul buku dengan total eksemplar mencapai 321 ribu lebih.
“Koleksi kami sangat lengkap, mulai dari buku cetak hingga referensi ilmiah. Ini menjadi aset berharga dalam mendorong minat baca dan menulis, terutama bagi pelajar dan peneliti,” ungkap Mimi. ***