TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Seorang pria bernama Firman (29), harus kehilangan nyawanya, akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh S (20), Senin (31/8/2015), sekitar pukul 01.00 WIB.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu, menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puri Husada Tembilahan.

Bermula, ketika Minggu (30/8/2015) malam, warga Parit 4, Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau itu pergi menonton orgen tunggal dalam rangka memeriahkan pesta pernikahan salah satu warga di sana.

Saat acara berlangsung, dan penyanyi atau biduan tengah asik mendendangkan lagu, tiba-tiba seorang pria yang tengah asik berjoged, mulai mengganggu sang biduan.

Melihat hal itu, korban pun lalu menegur S, agar berhenti mengganggu sang biduan.

Merasa tersinggung, S pun yang tengah asik di atas pentas, menghentikan kegiatan lalu turun mendekati korban.

Saat sudah berada di hadapan korban, S dengan sigap mengambil senjata tajam jenis badik miliknya, dan langsung mengarahkan ke dada korban.

Tidak sempat mengelak, badik pun mengenai dada korban, sementara S langsung mengambil langkah seribu dari lokasi orgen tunggal yang diadakan tanpa izin dari kepolisian itu.

''Pihak Kepolisian telah mendatangi TKP dan mencatat keterangan saksi,'' ujar Paur Humas Polres Inhil, Iptu Warno.

Barang bukti, yaitu baju yang dikenakan oleh korban saat malam kejadian pun dikatakan Warno telah diamankan.

Sementara S yang menjadi tersangka, masih dalam proses pengejaran.

''Jenazah korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka,'' terang Warno.(ayu)