
PEKANBARU – Jemaah calon haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang kedua resmi diberangkatkan menuju Madinah. Prosesi pelepasan tamu Allah ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, Minggu (26/4/2026) pukul 03.05 WIB.
Kesempatan menunaikan rukun Islam kelima ini dinilai sebagai anugerah yang sangat berharga karena tidak semua umat Muslim mendapatkan porsi keberangkatan pada tahun ini.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan selamat menjalani ibadah haji kepada seluruh jemaah. Ini menjadi momen luar biasa," ungkap Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Kondisi cuaca di Arab Saudi yang jauh berbeda dengan di Tanah Air menuntut para jemaah untuk lebih disiplin mengatur pola hidup. Kebugaran fisik dinilai sebagai modal utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana dengan maksimal tanpa hambatan medis.
"Saya mengimbau jemaah untuk selalu menjaga kondisi fisik, cukup istirahat, dan mengikuti arahan tim kesehatan. Jaga kebersamaan, pererat tali persaudaraan antar sesama, serta saling membantu selama berada di rantau," tuturnya.
Selain mengingatkan fokus beribadah, pimpinan daerah ini juga menitipkan harapan khusus. Para jemaah diminta menyempatkan waktu untuk mendoakan keselamatan Provinsi Riau di tempat-tempat yang mustajab.
"Hindari hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan haji. Selaku pimpinan daerah, saya menitipkan doa agar provinsi kita selalu aman, damai, dan sejahtera serta dijauhkan dari segala marabahaya," paparnya.
Perjalanan spiritual lintas negara ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar rombongan. Untuk mengantisipasi kebingungan dan kendala operasional di lapangan, pengawasan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), hingga Petugas Haji Daerah (PHD) sangat diandalkan.
"Di antara jemaah yang berangkat hari ini ada yang baru pertama kali melakukan perjalanan sejauh ini, mungkin ada kekhawatiran yang tersimpan di dalam hati. Karena itu, kami menitipkan jemaah kepada para petugas," jelas SF Hariyanto.
Seluruh elemen pendamping dituntut bekerja dengan tulus dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Mereka diharapkan mampu hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap individu di Tanah Suci.
"Bagi para jemaah, kehadiran petugas bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai tempat bertanya, tempat mengadu, dan tempat merasa aman. Semoga setiap pelayanan dan keikhlasan yang diberikan menjadi amal kebaikan bernilai di sisi Allah SWT," pungkasnya. ***