PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski belum ada surat resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) untuk ikut mengelola, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah menyiapkan PT Riau Petroleum menjadi rekanan PT Pertamina nantinya.

Namun melihat ke belakang, layakkah PT Riau Petroleum mendapat kehormatan tersebut? Kemudian perlukah dilakukan perombakan jajaran direksi?

Pemprov Riau selaku pemegang saham tersebut masih melihat pendekatan PT Riau Petroleum dengan PT Pertamina. Karena Kemen ESDM sudah menetapkan PT Pertamina untuk mengelola Blok Siak ke depan.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman, menyebutkan, Pemprov Riau masih melihat gencatan yang akan dilakukan PT Riau Petroleum untuk mengurus keikutsertaan Riau dalam mengelola Blok Siak ini.

"Belum ada wacana untuk perombakan jajaran direksinya, karena kita masih melihat upaya yang dilakukan PT Riau Petroleum untuk menjadi bagian dalam pengelolaan Blok Siak ini," jelas Wagubri.

Seperti diketahui, saat ini Direktur Utama PT RP masih dijabat oleh Herianto sejak tanggal 28 Desember 2011 silam. BUMD ini pada tahun 2013 pernah mendapat kucuran dana APBD Riau sebesar Rp2,5 miliar.

Akan tetapi, hingga saat ini tidak diketahui kemana saja uang rakyat itu digunakan perusahaan ini. Beberapa waktu lalu, perusahaan ini pernah bekerjasama dengan PT Eka Maro dalam mengelola Blok Siak. Namun, sampai sejauh ini tidak jelas progresnya.***