PEKANBARU - Politeknik Caltex Riau (PCR) resmi melantik 1.077 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026. Kegiatan akademik ini berlangsung di Hall Gedung Serba Guna PCR, Jumat (14/8/2026).

Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan almamater kepada perwakilan mahasiswa program sarjana dan magister. Direktur PCR, Dr Erwin Setyo Nugroho, ST MEng didampingi Ketua Senat PCR memimpin langsung jalannya acara tersebut.

Tahun ini, institusi pendidikan vokasi ini menerima total 1.207 mahasiswa baru dari 3.812 pendaftar. Kuota penerimaan terdiri atas 1.162 mahasiswa reguler, 22 jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan 23 program magister. Terdapat juga 150 mahasiswa yang merupakan penerima beasiswa Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Fokus Kompetensi dan Tantangan Industri

Direktur PCR, Dr Erwin Setyo Nugroho, ST MEng menyoroti pentingnya adaptasi institusi pendidikan terhadap laju perkembangan teknologi dan transformasi digital. Ia berkomitmen menghasilkan lulusan berintegritas yang siap berkolaborasi dalam dunia profesional.

"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi kemajuan daerah maupun nasional," jelasnya.

Ketua Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR), Ir Akson Brahmantyo turut mengingatkan para mahasiswa agar mengutamakan keahlian praktis saat memasuki dunia kerja kelak, sekaligus menginternalisasi nilai IDEAL (Integrity, Dignity, Excellence, Agility, Loyalty) yang menjadi landasan kampus.

"Pertama, kuasai kompetensi. Karena dunia kerja tidak bertanya IPK. Dunia kerja bertanya: kamu bisa apa?" tegasnya.

Sebaran Demografi Mahasiswa Baru

Tingkat keketatan seleksi masuk kampus ini tergolong cukup tinggi. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru PCR Tahun 2026, Figo Alimbel, SM MM menyebutkan bahwa hanya segelintir calon mahasiswa yang berhasil melewati serangkaian tahap seleksi.

"Artinya, hanya sekitar satu dari tiga atau empat pendaftar yang berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di kampus ini," urainya.

Secara demografi, mahasiswa asal Provinsi Riau mendominasi dengan persentase 91,54 persen. Posisi selanjutnya diisi pendaftar dari Sumatera Barat sebanyak 4,05 persen dan Sumatera Utara 2,21 persen. Sisanya menyebar dari Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua, Aceh, Banten, Bengkulu, hingga Sumatera Selatan.

"Keberadaan PCR diketahui oleh yang dekat dan yang jauh. Sebenarnya tidak hanya keberadaan, namun lebih dari itu, PCR dipercaya oleh yang dekat maupun yang jauh untuk mengembangkan dan mengantarkan cita-cita mereka," imbuh Erwin memberikan keterangan tambahan terkait sebaran asal mahasiswa yang juga menjangkau Mimika, Papua hingga mahasiswa internasional asal Timor-Leste. ***