PEKANBARU – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ujung Jalan SM Amin, Kota Pekanbaru, kembali dilaporkan padam, Senin (20/4/2026) dini hari. Padahal, fasilitas publik tersebut sempat diperbaiki oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru usai mengalami kerusakan akibat pencurian kabel.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan kembali gelap di sejumlah titik. Situasi serupa tidak hanya terjadi di kawasan tersebut, ruas Jalan Soekarno-Hatta menuju Simpang Durian juga mengalami hal yang sama dengan kondisi lampu terlihat redup hingga nyaris padam total.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, Tari, mengaku kecewa melihat hasil perbaikan yang tidak bertahan lama.

"Beberapa waktu lalu sudah diperbaiki, sempat terang lagi. Tapi sekarang gelap lagi seperti sebelumnya. Jadi kami merasa perbaikannya belum benar-benar tuntas," ujarnya.

Kondisi jalan yang minim penerangan membuat pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas, terutama menjelang dini hari.

"Kalau gelap begini rawan, baik kecelakaan maupun tindak kriminal. Kami berharap ada solusi yang lebih permanen, jangan hanya diperbaiki lalu rusak lagi," tambahnya.

Keluhan senada turut disampaikan kalangan akademisi. Mahasiswa Universitas Riau, Riko, menilai persoalan PJU ini menunjukkan minimnya pengawasan serius dari pemerintah.

"Kalau terus berulang seperti ini, berarti ada yang belum beres dari sistem pengamanan atau pengawasannya. Apalagi ini jalan utama yang sering dilalui mahasiswa juga," ungkapnya.

Kondisi gelap di jalan protokol tidak hanya sekadar mengganggu aktivitas warga, tetapi secara langsung meningkatkan risiko keselamatan berkendara.

"Kami sering lewat malam hari, apalagi mahasiswa banyak aktivitas sampai larut. Kalau lampu mati, itu jelas berbahaya. Harus ada solusi jangka panjang, bukan hanya perbaikan sementara," papar Riko.

Sebelumnya, PJU di kawasan tersebut tidak berfungsi imbas aksi pencurian kabel. Dishub Pekanbaru sempat turun tangan melakukan perbaikan, 28 Februari 2026, agar akses penerangan jalan kembali normal bagi masyarakat. ***