
BAGANSIAPIAPI – Warga Bagan Batu, Kecamatan Bagan Senembah, Kabupaten Rokan Hilir, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap rencana pembangunan vidiotron di kota mereka. Mereka menilai penerangan jalan jauh lebih dibutuhkan dibandingkan proyek tersebut.
Sejak lama, masyarakat mengeluhkan minimnya lampu jalan di sepanjang jalan protokol Bagan Batu. Kondisi ini membuat warga merasa tidak aman, terutama saat malam hari. Mereka berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kebutuhan dasar ini daripada mengalokasikan anggaran untuk vidiotron.
“Kami tidak butuh vidiotron, yang kami butuhkan adalah lampu penerangan jalan. Jalanan gelap, rawan kecelakaan, dan membuat kami tidak nyaman,” ujar Edi (37), warga Bagan Batu, Rabu (19/3/2025).
Solikin (48), warga lainnya, juga mempertanyakan urgensi pembangunan vidiotron. Menurutnya, jika memang ada anggaran lebih, seharusnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Untuk apa vidiotron? Jalan kami masih gelap, banyak titik yang tidak ada penerangan. Kalau ada dana lebih, gunakanlah untuk pengadaan lampu jalan, bukan sesuatu yang kurang penting bagi warga,” tegasnya.
Keluhan ini tak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial Rokan Hilir Peduli. Banyak warga menilai, dalam tata kota, penerangan yang memadai lebih penting untuk keindahan dan keamanan dibandingkan dengan pembangunan vidiotron.
“Dalam tata kota yang benar, kota akan terlihat indah dengan penerangan jalan yang baik, bukan dengan vidiotron yang justru tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata seorang warga di media sosial.
Harapan warga kini tertuju kepada Bupati dan Wakil Bupati Rohil, H. Bistamam-Jhony Charles, agar memenuhi janji kampanye mereka dalam membenahi infrastruktur dasar, termasuk penerangan jalan dan pengelolaan sampah.
“Kami berharap pemerintah daerah memprioritaskan kebutuhan utama kami. Jalan yang terang lebih kami butuhkan dibandingkan vidiotron,” tambah seorang warga.
Sebagai contoh, warga menyoroti kondisi vidiotron di Bagansiapiapi yang kini rusak dan tidak diperbaiki. Mereka khawatir proyek vidiotron baru hanya akan menjadi pemborosan anggaran tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, warga juga mempertanyakan proyek pengadaan dua unit vidiotron outdoor senilai Rp1,698 miliar yang dikelola oleh Dinas Kominfotiks Rohil pada Tahun Anggaran 2024. Proyek ini bahkan telah dilaporkan oleh LSM ke Kejari Rohil karena dugaan adanya indikasi mark-up dalam pengadaannya.
Masyarakat berharap aspirasi mereka didengar dan anggaran daerah dialokasikan sesuai kebutuhan yang lebih mendesak. ***