PEKANBARU, GORIAU.COM - Tradisi emas yang dipersembahkan atlet menembak dalam kejuaraan nasional dan internasional masih didominasi atlet, atlet senior. Karena itu, ke depan Ria harus memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) menembak untuk bisa mencari penerus pendulang prestasi menembak.

Seperti diketahui Riau berhasil mempersembahkan tujuh medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012. Prestasi ini merupakan puncak dari pembinaan olahraga menembak di Pekanbaru. Jika ingin terus mendulang prestasi, PPLP sudah menjadi keharusan.

Pelatih Menembak Riau, Albert Tambunan kepada wartawan dikantornya akhir pekan ini mengatakan, sejauh ini Anang Yulianto, Totok, Safrin Sihombing, Saro, Erlinawati, Khairuddin sudah menyetakan tekad untuk tetap bertahan membela Riau Pasca PON, tapi itu harus ada atlet pelapis untuk mencapai stabilitas prestasi.

Perbakin juga harus memikirkan untuk melakukan regenerasi atletnya. Apalagi saat ini, Riau sudah memiliki venue menembak yang cukup refresentatif. Ini dilakukan untuk mengantisipasi ketergantungan Perbakin Riau terhadap atlet senior yang sukses membela Riau di PON lalu.

''Kita tidak bisa selalu bergantung dengan atlet yang ada, untuk jangka panjang kita juga harus memikirkan bagaimana melakukan regenerasi atlet. Caranya tentu dengan melakukan pembinaan atlet junior dan pemula yang dimulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),'' ujarnya.

Karena itu katanya, keberadaan PPLP sangat menentukan kemajuan olahraga menembak di Riau. ''Pembangunan venue juga diharapkan dapat diselesaikan, agar bisa dimanfaatkan oleh atlet menembak Riau nantinya,'' ujarnya. (nti)