PEKANBARU – Perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau masa bakti 2026-2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, Minggu (8/11/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat hanya dua bakal calon (bacalon) yang mengembalikan berkas pendaftaran, yakni Edi Basri dan Suparman.

Penutupan pendaftaran dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) di Kantor KONI Riau, Stadion Utama Riau, Pekanbaru.

Dengan berakhirnya tahapan pengembalian berkas, kedua kandidat kini harus melewati proses verifikasi dan validasi sebelum ditetapkan sebagai calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan pemilihan.

TPP menjadwalkan verifikasi dan validasi seluruh dokumen persyaratan pada Senin (9/11/2026). Sementara itu, hasil pemeriksaan akan diumumkan kepada masing-masing bakal calon pada Selasa (10/11/2026).

"Sekarang sudah ditutup tadi pukul 16.00 WIB. Besok kita akan melaksanakan verifikasi dan validasi. Tanggal 10 kita umumkan kepada yang bersangkutan," ujar Ketua TPP, Purwadi.

Tahapan verifikasi menjadi penentu untuk memastikan kelengkapan administrasi serta keabsahan dukungan yang diserahkan masing-masing bakal calon.

Dukungan Ganda Jadi Sorotan

Di tengah proses penjaringan, persoalan dukungan ganda dari sejumlah pemilik suara turut menjadi perhatian. Bahkan, muncul informasi bahwa sekitar 40 persen dukungan yang masuk diduga mengalami persoalan dukungan ganda.

Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, perwakilan TPP menyebut mekanisme penanganannya telah diatur dalam ketentuan penjaringan.

"Oh, itu nanti, Pak. Ya, sudah ada dalam mekanismenya," ujarnya.

Persoalan ini menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam proses verifikasi. Sebab, keabsahan dukungan menjadi aspek penting dalam menentukan apakah masing-masing bakal calon memenuhi persyaratan pencalonan.

TPP dituntut menjalankan pemeriksaan secara cermat, objektif, dan transparan agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Setelah pengumuman hasil verifikasi dan validasi pada 10 November, tahapan selanjutnya dijadwalkan memasuki pembukaan Musyawarah Olahraga Kabupaten/Kota Luar Biasa (Musorkablub) pada 11 November 2026. Sedangkan pelaksanaan musyawarah dijadwalkan pada 12 November 2026.

Dengan hanya dua bakal calon yang mengembalikan berkas, perhatian insan olahraga Riau kini tertuju pada Edi Basri dan Suparman.

Keduanya akan melewati tahapan administrasi sebelum persaingan menuju kursi Ketua KONI Riau memasuki agenda berikutnya.

Publik olahraga pun menanti hasil verifikasi TPP, terutama terkait keabsahan dukungan ganda. Sebab, proses penjaringan yang transparan dan sesuai aturan menjadi fondasi penting bagi legitimasi kepemimpinan KONI Riau periode 2026-2030. ***