PEKANBARU, GORIAU.COM - Penipuan kembali terjadi lagi. Kali ini menggunakan undian Telkomsel abal-abal. Nasir (32) warga Jalan Dagang, Senapelan, Pekanbaru, tertipu oleh seorang penelepon gelap dan menyatakan Nasir menang undian dari Telkomsel Rp 10 juta, dan pulsa senilai Rp 1 juta.

Merasa senang, korban langsung tidak melakukan pemeriksaan dan korban percaya begitu saja. Tanpa pikir panjang, ia mentransfer uang Rp 6 juta ke rekening yang diberikan pelaku.

Menurut penuturan Nasir dalam laporannya, ia mendapat telepon dari seorang pria tidak dikenal dengan nomor 081284485xxx, Minggu (8/9/2013) sekitar pukul 11.16 . Dalam percakapan, si penelepon menyampaikan korban mendapat undian dari Telkomsel berupa Rp10 juta dan pulsa senilai Rp1 juta.

Kabar itu, sontak membuat korban gembira. Mengetahui korbannya masuk perangkap, pelaku memerintahkan terdapat satu syarat agar hadiahnya bisa diambil. Korban, diminta mentransfer uang administrasi terlebih dahulu.

Selanjutnya pelaku menyuruh korban pergi ke ATM Bank Riau, Jalan Riau Pekanbaru. Sesampainya di mesin ATM, korban dituntun untuk menekan tombol mesin ATM melalui telepon.

Tanpa disadari, korban mengikuti perintah pelaku dan mentransfer uangnya ke nomor rekening 4780000xxx sebanyak Rp 6 juta. Setelah selesai dan keluar dari ATM, barulah korban sadar ketika melihat slip transaksi pada mesin ATM.

Merasa tertipu, korban kembali menelepon pelaku dan menanyakan hal tersebut. Namun, pelaku berlasan korban telah dimasukan ke dalam data. Bahkan, pelaku juga berjanji hadiah yang dijanjikan bakal dikirim ke rekening Nasir pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

Hal itu dipercayai oleh korban, tapi ketika Nasir memeriksa uang dalam rekeningnya pada sore hari, ternyata uang Rp 10 juta tidak ada. Saat itu juga, korban kembali menghubungi pelaku, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi.

Merasa tertipu, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan harapan pelakunya ditangkap.

Kabid Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Hermansyah, Selasa (10/9), menyebutkan kejadian ini sudah diselidiki Satreskrim Polresta Pekanbaru. "Penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Anggota juga akan melacak keberadaan pelakunya,'' kata Hermansyah. ***