SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tim destinasi wisata Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menemukan lokasi yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata religi. Lokasi tersebut terletak di Dusun Harapan RT13 RW06 Desa Kayuara Kecamatan Rangsang Pesisir Kepulauan Meranti, Riau.


Ketika tim Destinasi Pariwisata turun langsung ke lokasi, Minggu (4/1/2015) siang, tim melihat lokasi itu merupakan pemandian warga akit. Dimana pemandian ini dianggap sebagai tempat keramat yang bisa digunakan untuk penyembuhan penyakit, pengobatan dan ritual sakral lainnya.
Menurut Sudin, yang merupakan juru kunci mengatakan bahwa lokasi yang dimaksud bernama panji-panji. Panji-panji ini sudah ada sejak nenek moyang mereka terdahulu.
"Di sini dari nenek moyang sudah ada, suku kita akit menggunakan lokasi ini untuk berobat, ble kampung, mandi atau niat lainnya," kata Sudin.
Disampaikan Sudin pula, setiap minggu tepatnya hari Jumat, dipastikan ada saja warga suku akit datang ke lokasi panji-panji itu. Mereka ada yang berobat, mandi, berdoa, maupun menyampaikan niat-niat atau nazar lainnya.
"Kalau sakit semuanya datang ke sini untuk berdoa, berobat, dan mandi. Kalau sudah sembuh mereka ke sini lagi untuk mengantar apa yang mereka niatkan, salah satunya seperti menggantungkan panji-panji itu," ujar Sudin sambil menunjuk bendera-bendera kecil yang digantungkan di salah satu bangunan.
Di tempat sama, Ketua Tim Destinasi Pariwisata yang juga merupakan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti, H Ismail Arsyad mengatakan, panji-panji yang dijadikan tempat sakral ini merupakan daya tarik tersendiri yang perlu dikembangkan dan bisa dijadikan lokasi wisata religi.
Untuk itu dikatakan Ismail lagi, kedepan memang Disparpora berencana akan menfasilitasi sarana seperti jalan akses masuk, parkir, pintu gerbang, nama tempat, balai pertemuan, pusat informasi dan beberapa fasilitas lain.
"Kita targetkan pembangunan itu tuntas dua tahun anggaran. Kita juga berharap pihak desa secepatnya menghibahkan tanah sebesar 4 hektar. Kita akan langsung buatkan DED sarana dan prasarana yang dibutuhkan di tempat ini nantinya," ujar H Ismail pula.
Sementara itu, menanggapi kebutuhan lahan sekitar 4Ha oleh Disparpora Meranti, Kades Kayuara Rusli, mengatakan kalau untuk lahan mereka sudah ada. Mereka berterima kasih dan mendukung penuh jika dibangunkan fasilitas wisata di lokasi yang dianggap sakral oleh masyarakat Akit itu.
"Kita ada lahan di jalan Hulu Kedi ini sekitar 20 hektar. Itu sudah merupakan lahan bebas. Kalau untuk membangun objek wisata kita siap menghibahkan 4 hektar. Pembangunan dalam bidang pariwisata ini sangat kami minati dan bisa jadi income desa. Kami pemerintah desa berterima kasih ke dinas yang telah meninjau langsung dan niatnya membangun lokasi ini," ujar Rusli.
Sekdar informasi, panji-panji itu terletak di dekat sungai Hulu Kedi Desa Kayuara. Selain terdapat 1 bangunan yang digantung kain-kain dan dijadikan tempat sembahyang orang Tionghoa, di lokasi ini juga terdapat 5 perigi yang dianggap masing-masing mempunyai kekuatan mistis tersendiri.(zal)