
PEKANBARU - Laga amal yang diinisiasi oleh Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI) Riau untuk penjaga gawang Tornado FC, Taufik Ramsyah berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp26juta.
Sebagaimana diketahui, Taufik Ramsyah menghembuskan nafas terakhirnya saat tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Pekanbaru, Selasa (21/12/2021).
Sebelumnya Taufik harus dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat benturan yang keras pada bagian kepala dari seorang pemain Wahana FC. Saat itu Taufik ingin mengamankan bola, namun naas setelah bola berhasil didapatkannya, kepalanya terbentur oleh pemain Wahana FC.
Tragedi mengerikan itu terjadi dalam laga lanjutan Liga 3 Zona Riau saat Tornado FC vs Wahana FC yang berlangsung di Stadion Mini Universitas Riau, Sabtu (18/12/2021).

Hasil dari laga amal yang terkumpul ini, langsung diserahkan oleh ketua APSSI Riau, Philep Hansen Maramis kepada orangtua almarhum Taufik seusai laga.
Laga amal ini diikuti oleh empat tim, diantaranya adalah APSI Riau, Dumai Old Star, PS Siak Old Star dan Wahana FC.
Penyerahan hasil pengumpulan amal disaksikan oleh Kadispora Riau Boby Rahmat, Ketua Askot PSSI Pekanbaru Edward Riansyah, Romi Lesmana manajer tim PS Siak, Agusrianto pelatih Wahana FC dan perwakilan dari Dumai Oldstar Rendra Febriyanto, Wakil Ketua APSSI Riau Sipendri, Bendahara APSSI Riau Dodi Ismon, serta Publik Pelationship APSSI Riau Amrizal dan Yudi Waldi dan seluruh peserta.
"Jangan dinilai dari besar kecil bantuannya, tapi ini adalah bukti kepedulian kami insan sepakbola khususnya APSSI Riau kepada almarhum yang berjuang di profesinya sampai nafas terakhir," kata Philep, Ahad (2/1/2021).
Pria yang juga instruktur pelatih PSSI ini berharap, kejadian yang menimpa Taufik tidak lagi terulang dan menjadi pelajaran bagi seluruh pelatih yang ada di provinsi Riau untuk memberikan edukasi kepada anak didiknya serta agar mengajarkan tentang sepakbola yang baik dan benar.
"Kedepan saya tak mau dengar lagi kata-kata provokasi dari pelatihnya, saya berjanji jika masih ada menemui pelatih - pelatih yang kelewatan batas dalam memberikan instruksi kepada anak asuhnya akan kita pertimbangkan sertifikat kepelatihannya. Bisa saja kita tunda kepelatihannya dan ini juga merupakan upaya APSSI untuk melakukan pembinaan terhadap para pelatih," tegasnya.
Sementara itu Kadispora Riau Bobby Rahmat mendukung pernyataan APPSI Riau untuk menciptakan pelatih dan pemain yang baik diluar ataupun di dalam lapangan.
"Jadikan ini pembelajaran, mari bangkitkan sepakbola Riau. Ciptakan pemain-pemain muda yang mempuni khususnya di cabang sepakbola," harapnya.
Sementara itu Ketua Askot PSSI Pekanbaru, Edward Riansyah mengapresiasi kepada seluruh peserta laga amal dan mewakili insan sepakbola di Bumi Lancang Kuning mengucapkan belasungkawa.
"Saya selaku ketua Askot PSSI Pekanbaru, sekali lagi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisiNYA." ujar Edward Riansyah. ***