TELUKKUANTAN – KUD Langgeng menggugat PT Citra Riau Sarana (CRS) senilai Rp50 miliar. Perusahaan yang menjadi bapak angkat KUD Langgeng ini dinilai ingkar janji atau wanprestasi.

Gugatan KUD Langgeng terhadap PT CRS didaftarkan di PN Telukkuantan pada 6 September 2022. Dalam gugatan ini, KUD Langgeng menyatakan PT CRS tidak menjalankan perjanjian kerja sama nomor 89 tahun 2003, kemudian kesepakatan tertanggal 30 Juni 2008 dan kesepakatan tanggal 16 Mei 2011.

"PT CRS tidak menjalankan perjanjian kerja sama nomor 89 tertanggal 19 Mei 2003 pada pasal 6 ayat 1. Perusahaan juga ingkar janji melaksanakan kesepakatan tanggal 30 Juni 2008 16 Mei 2011," ujar Agus Margodono, SH, kuasa hukum KUD Langgeng, kepada GoRiau.com, Senin (12/9/2022).

Karena itu, KUD Langgeng meminta pengadilan untuk sita jamin kebun inti hak guna usaha (HGU) PT CRS yang berada di Desa Bumimulya, Kecamatan Logas Tanah Darat. Kemudian, KUD Langgeng meminta majelis hakim menghukum PT CRS untuk mengganti lahan plasma seluas 199,33 hektare.

"Caranya dengan melepaskan HGU lahan inti perusahaan yang saat ini diduduki oleh anggota masyarakat, kemudian menyerahkannya untuk menutupi kekurangan lahan plasma," ujar Agus.

KUD Langgeng meminta agar majelis hakim memerintahkan PT CRS untuk mengurus sertifikat lahan plasma hasil ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau.

"Karena wanprestasi ini, KUD Langgeng menderita kerugian materiil Rp50 miliar. PT CRS harus mengganti kerugian ini," ujar Agus. Menurut Agus, perhitungan kerugian materiil berdasarkan perhitungan biaya perawatan, pemupukan kebun plasman seluas 6.000 hektare selama dua tahun.

"Soalnya, kebun sawit diterima penggugat tidak layak dan tidak produktif seluas 6.000 hektare," tegas Agus. Selain itu, KUD Langgeng juga menderita kerugian immateriil senilai Rp5 miliar.

Sementara itu, dari hasil penelusuran GoRiau.com, PN Telukkuantan sudah menetapkan jadwal sidang. Sidang pertama akan digelar pada 22 September 2022 mendatang.***