TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, mengusulkan 195 paket kegiatan pada tahun anggaran 2015 mendatang. Sebanyak 195 paket kegiatan ini merupakan aspirasi masyarakat 14 desa dan kelurahan di 3 kenegerian, yakni Kenegerian Teluk Kuantan, Kopah dan Kari.

"Untuk mengakomodir aspirasi masyarakat desa dan kelurahan, kami telah membentuk 6 tim yang berperan membantu pemerintah desa dan kelurahan dalam pelaksanaan musrenbang desa/kelurahan yang dimulai 20 hingga 30 Januari 2014," kata Camat Kuantan Tengah Masran Abdullah, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kuantan Tenah, di di halaman Kantor Camat Kuantan Tengah, Kamis (13/2/2014). Tampak hadir dalam acara itu, Bupati Kuansing H Sukarmis, Ketua DPRD Muslim, anggota DPRD (Afri, Rustam Effendi dan Darmizar),  Sekdakab Muharman, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing, tokoh masyarakat Kuansing Mardianto Manan, Pabung Inhu-Kuansing, Upika, para kepala desa, pegurus BPD, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Sambung Masran Abdullah, aspirasi masyarakat tersebut, di antaranya adalah pembangunan fisik dan prasarana 42 paket, yang tersebar di 4 dinas. Kemudian, pembangunan di bidang ekonomi 82 paket yang disebar pada 8 dinas, pembangunan bidang sosial budaya 65 paket, disebar pada 4 dinas dan badan dan terakhir pembangunan pada Litbang ada 6 paket disebar pada 1 dinas dan 2 bagian. "Inilah usulan dan aspirasi yang kami himpun pada Musrenbang tahun 2014," kata Masran. Camat Kuantan Tengah juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan jajarannya, yang telah mengalokasikan berbagai program kegiatan dan bantuan melalui Dinas CKTR berupa kantor desa, rumah layak huni dan puskesmas rawat jalan di Kopah. Ketiga hasil pembangunan itu  secara simbolis hari ini diresmikan dan diserahkan Bupati Kuansing. Dijelaskan Camat, tahun anggaran 2014, Kuantan Tengah mendapatkan 24 paket kegiatan, dengan total anggaran Rp163 miliar. Masran menambahkan, Kuantan Tengah juga mendapatkan program yang didanai APBD Provinsi Riau dan APBN. "Ada beberapa usulan desa yang telah dibahas dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk program nasional, terutama program pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MPd) yang telah dilaksanakan awal Februari 2014. Dari 18 desa yang mengajukan PNPM-MPd, namun hanya 6 desa yang dapat berupa program SPP dan fisik, dengan total anggaran Rp1,6 miliar lebih," jelas mantan Camat Kuantan Mudik ini.Skala PrioritasSementara Bupati Kuansing H Sukarmis dalam sambutannya mengatakan, setiap desa tentu ingin menikmati pembangunan dari pemerintah, namun karena anggaran terbatas, pemerintah harus membuat kebijakan skala prioritas. "Apa lagi, kegiatan Musrenbang ini sudah menjadi tradisi bagi kita setiap tahunnya, terutama untuk menampung aspirasi tentang pembangunan infrastruktur yang belum terakomodir.  Kita tidak akan berhenti membangun Kabupaten kita ini, namun harus ada skala prioritas, karena anggarannya terbatas," kata Sukarmis.Aspirasi masyarakat Pulau Kedundung yang menginginkan pembangunan peningkatakan jalan menuju desanya, menuru Sukarmis, merupakan salah satu skala prioritas, agar akses jalan menuju Desa Pulau Kedundung lancar. Namun yang pasti, semua desa di Kuansing menjadi prioritas untuk dibangun, karena itu melalui Musrenbang ini sampaikan aspirasi agar pemerintah tahu mana yang akan diprioritaskan tahun berikutnya. "Kabupaten kita telah mulai sejajar dengan kabupaten lain di Riau. Seperti kata pepatah, duduk sama rendah dan tegak sama tinggi. Alhamdulillah, itu semua sudah mulai tercapai," sambungnya.hks