TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau berkomitmen mengoptimalkan lahan bekas tambang untuk dijadikan lahan pertanian produktif. Langkah ini diambil guna memperkuat sektor tanaman pangan dan mempercepat capaian swasembada beras di wilayah tersebut.

Hal itu ditegaskan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dalam rapat koordinasi (Rakor) Pertanian di Saung Tani, Kecamatan Inuman, Rabu (14/1/2026).

"Pemanfaatan bekas lahan tambang ini adalah komitmen kita untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus memenuhi target swasembada beras," ujar Suhardiman.

Selain pemanfaatan lahan, Suhardiman mendorong penerapan program indeks pertanaman (IP) 200. Strategi ini, petani menanam dan memanen padi dua kali dalam setahun pada lahan yang sama untuk melipatgandakan produktivitas.

Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau. Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Riau, Roni Wibowo, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Kuansing dalam menjaga ketahanan pangan.

"Kami siap bersinergi mendukung program IP 200 ini. Provinsi mengapresiasi keseriusan Bupati dalam mendorong peningkatan produksi pertanian," kata Roni.

Rakor tersebut menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan petani. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Setda Kuansing, Napisman, Sejumlah Kepala OPD, unsur pimpinan kecamatan dan Polsek Inuman, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri) dan penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat.

Melalui koordinasi ini, Pemkab Kuansing berharap tercipta tata kelola pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing demi kesejahteraan petani lokal.***