TELUKKUANTAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing, Riau, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kuansing, Satria Mandala Putra, merespons maraknya insiden kebakaran lahan yang melanda Kuansing dalam sepekan terakhir. Akibat kebakaran lahan, Kabupaten Kuansing diselimuti kabut asap dan tentunya berbahaya terhadap kesehatan.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh lapisan masyarakat Kuansing agar tidak ada lagi yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Dalam kondisi kemarau dan cuaca panas terik seperti saat ini, api sekecil apa pun bisa cepat merembet dan menjadi tidak terkendali," ujar Satria, Rabu (12/8/2026) pagi.

Dia menegaskan bahwa kondisi cuaca terik yang ekstrem membuat kondisi vegetasi dan lahan perkebunan di Kuansing menjadi sangat kering serta rentan terbakar, bahkan dari percikan api terkecil.

Berdasarkan data kebakaran lahan dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol PP PKP) Kuansing telah terjadi beberapa kali insiden dalam hitungan hari. Kebakaran tidak hanya lahan, tapi juga rumah warga dan sekolah.

Teranyar, pada Selasa (11/8/2026) siang, lahan tidur di pusat perkotaan Kuansing yang menghanguskan seluas 300 meter persegi. Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Desa Titian Modang Kopah pada Senin (10/8/2026) yang menghanguskan sekitar 4 hektar lahan dengan estimasi kerugian mencapai Rp300 juta.

Rentetan kasus akibat kelalaian juga tercatat pada Jumat (7/8/2026) di mana dua lokasi terpisah—Desa Kasang Limau Sundai (1,5 hektar) dan Desa Pulau Jambu (1,5 hektar)—terbakar akibat aktivitas pembakaran lahan oleh warga.

Satria menambahkan, dampaknya kini tidak hanya merugikan pemilik lahan secara ekonomi, tetapi juga memicu munculnya kabut asap tipis yang menyelimuti kawasan Telukkuantan dan sekitarnya.

"Kebakaran lahan ini berdampak luas pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta kesadaran mandiri dari masyarakat adalah kunci agar wilayah Kuansing tidak terancam bencana asap yang lebih besar," tuturnya.***