RENGAT,GORIAU.COM - Akibat pemadaman listrik yang tidak menentu di wilayah kerja PT PLN Rayon Air Molek, Area Rengat, sedikitnya 15 orang kepala desa (Kades) yang ada di Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Kamis (8/1/2015) datangi kantor DPRD Inhu.

Kedatangan para Kades se Kecamatan Lirik itu disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD Inhu, Adila Ansori. Dihadapan wakil rakyat itu, para Kades tersebut mengadukan kebobrokan kinerja PLN Rayon Pasir Penyu.

Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Inhu, Arifin didampingi Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Lirik, Wagiono menyebutkan bahwa, saat ini warga Inhu khususnya Kecamatan Lirik resah dengan pemadaman listrik oleh pihak PLN yang tidak beraturan.

"Pemadaman listrik di Kecamatan Lirik sangat tidak beraturan, tak tahu pagi, siang maupun malam hari. Bahkan dalam satu hari mencapai lima kali pemadaman", sebut Arifin.

Dengan demikian, kedatangan Kades se Kecamatan Lirik ini ke kantor DPRD ini mengharapkan untuk mengadukan nasip masyarakat mereka yang merasa dizalimi pihak PLN. "Kita minta pihak DPRD dapat menindak lanjuti hal ini, karena masyarakat telah resah karena kebobrokan kinerja PLN yang selalu merugikan pelanggan", tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Inhu Adila Ansori dihadapan belasan Kades se Kecamatan Liriktersebut berjanji akan menjadwalkan pemanggilan pihak manajemen PT PLN Area Rengat serta PT PLN Rayon Air Molek dan Rayon Rengat.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil PT Wika selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lirik. Karena bagai manapun juga, PT Wika juga harus bertanggung jawab atas kisruh ini."Pekan depan, kita akan panggil dua pemegang kebijakan terkait kondisi listrik di Inhu saat ini", tegasnya.

Ditempat terpisah, Manajer PT PLN Area Rengat, Armunanto dikonfirmasi wartawan, Kamis (8/1/2015) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN atas ketidak nyamanan pelanggan sejak beberapa hari terakhir.

Pemadaman disebabkan adanya gangguan pada unit PLTMG Lirik. Yakni, 1 unit mesin PLTMG mengalami gangguan Oli Pump, sehingga total unit mesin PLTMG yang keluar sistem menjadi 2 unit. Seharusnya suplai arus listrik oleh PLTMG 20 MW dengan 7 unit mesin, akan tetapi akibat gangguan tersebut daya mampu dihasilkan hanya 14 MW, sehingga defisit menjadi bertambah menjadi 15,5 MW, sebutnya.

Armunanto menerangkan, kuota pemadaman untuk wilayah Air Molek sebesar 4,5 MW, sehingga pemadaman bergilir menjadi 1:1. "Dengan demikian, kita berharap pelanggan untuk bisa bersabar hingga perbaikan komponen yang rusak tersebut selesai perbaikannya", tandas Armunanto.(jef)