SELATPANJANG - Jika Kabupaten Kepulauan Meranti menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka kriminalitas diprediksi akan meningkat.

Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi bahwa akan meningkatnya kriminalitas dan akan menimbulkan dampak yang sangat luarbiasa.

"Apabila menerapkan PSBB maka akan menimbulkan dampak yang sangat luarbiasa, jangan sampailah kalau bisa," ujar Irwan.

Terkait penerapan PSBB guna memutus mata rantai virus Corona atau Covid-19, PSBB harus diberlakukan pada daerah zona merah Covid-19. Untuk itu, Irwan bersyukur sebab Kepulauan Meranti masih dikategorikan sebagai daerah zona hijau.

"Kalau Meranti merah, kita harus PSBB dan itu dampaknya sangat luar biasa. Sebab kalau PSBB orang harus stay at home (di rumah saja)," ungkapnya.

Dijelaskannya, PSBB jika diterapkan di Kepulauan Meranti dampaknya sangat signifikan. Apalagi pada bidang ekonomi, sebab masih banyak tenaga kerja non formal.

"Mereka yang kerja hari ini untuk makan esok, kerja esok untuk makan lusa. Kalau disuruh stay at home mereka mau makan apa nanti. Dampaknya bahaya bagi perekonomian masyarakat kita," papar Irwan.

Hal tersebut menjadi salahsatu pemicu terjadinya tindak kriminal. Ditambah lagi, tenaga kerja asal Kepulauan Meranti yang sebelumnya bekerja di Malaysia kini tidak lagi bekerja.

"Mereka yang baru pulang dari negeri jiran tentu sekarang sedang menganggur, tak ada pekerjaan yang mereka jalani. Jadi itu yang perlu kita perhatikan," pungkasnya. ***