SELATPANJANG - Informasi akan berkantornya Komisi Pemberantasan Korupsi di tingkat Provinsi (Riau, red) memberikan harapan besar bagi masyarakat. Dengan berkantornya KPK di Provinsi, diharapkan bisa mengusut masalah harta kekayaan pribadi pejabat di tingkat kabupaten kota.

Harapan itu sebagaimana disampaikan oleh salah seorang tokoh masyakat pesisir di Kepulauan Meranti, Aziz, Rabu (27/4/2016).

"Kita dukung upaya pejabat yang menyampaikan LHKPN nya. Namun, kita harap juga itu dilakukan hingga tingkat kabupaten," ujar Aziz.

Tambah Aziz, KPK diharapkan bisa betul-betul mengusut masalah kekayaan pribadi pejabat eksekutif maupun legislatif. Hal ini untuk menjawab keraguan di masyarakat tentang wakil rakyat yang telah mereka usung. "Tolong diusut harta kekayaannya. Ini demi masyarakat banyak," kata Aziz pula.

Disampaikn Aziz lagi, saat ini kinerja anggota DPRD menjadi sorotan tajam. Dimana, ada beberapa daerah di Kepulauan Meranti yang sangat jarang didatangi anggota legislatif termasuk saat masa reses.

"Ada daerah yang tak pernah didatangi anggota dewan, lalu seperti apa mereka akan memperjuang aspirasi masyarakat," tambahnya.

Kepada pemangku kepentingan, Aziz juga berharap agar penggunaan dana daerah harus seefisien mungkin sebagaimana yang diterapkan Presiden RI. Apalagi, disaat ekonomi tengah merosot tajam, pejabat jangan seenaknya keluar daerah terus dengan menggunakan uang rakyat.

"Ekonomi kita terus merosot, tapi pejabat banyak keluar daerah. Dimana letak kelemahan dewan selaku pengawas. Malah mereka pun sering berangkat keluar (daerah, red)," ujar Aziz dengan kesal.

Harusnya, kata Aziz, anggota DPRD yang kemarin terpilih hendaklah memaksimalkan waktu bersama masyarakat di Dapilnya. Karena, tanpa disadari, saat ini warga Meranti sepertinya mulai kehilangan induk.

"Saya contohkan, saat ini tak sedikit warga kita terjerat hukum akibat Karlahut. Dimana wakil rakyat, kenapa belum terlihat upaya mereka menyelamatkan petani yang ditangkap polisi itu. Lalu, untuk apa mereka kita jadikan wakil kalau hanya mau yang enak saja," kata Aziz. ***