JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri keberadaan tiga mobil mewah yang diduga dipindahkan dari rumah dinas eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, atau Noel, setelah operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (20/8/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik terus mencari jejak kendaraan tersebut. Ketiga mobil itu adalah Toyota Land Cruiser, Mercedes-Benz, dan BAIC. “Sampai dengan hari ini masih terus dilakukan pencarian oleh penyidik,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (27/8/2025). 

Budi menegaskan, mobil-mobil tersebut diduga terkait dengan tindak pidana korupsi yang menjerat Noel. Karena itu, siapa pun yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut diminta bersikap kooperatif. “Aset-aset tersebut juga menjadi salah satu barang bukti dalam proses penyidikan perkara ini,” tambahnya.

Selain mencari mobil, penyidik juga melacak siapa yang memindahkan kendaraan itu pasca-OTT. Dugaan sementara, mobil tersebut sengaja disembunyikan untuk menghilangkan jejak keterlibatan Noel dalam kasus korupsi yang sedang diusut. 

Sehari sebelumnya, penyidik KPK menggeledah rumah dinas Noel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Dari lokasi itu, disita satu unit Toyota Alphard serta empat unit telepon seluler.

Kasus yang menjerat Noel berawal dari dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Praktik ini disebut berlangsung sejak 2019. Tak hanya membiarkan, Noel diduga ikut meminta jatah hingga Rp3 miliar dari hasil pemerasan.

Hilangnya tiga mobil mewah Noel usai OTT menimbulkan pertanyaan publik. Kasus ini membuka sisi lain dari praktik korupsi di kalangan pejabat, di mana aset diduga hasil kejahatan justru berpindah tangan saat proses hukum sedang berjalan. KPK berjanji menelusuri hingga tuntas untuk memastikan barang bukti tidak lenyap. ***