DUMAI - Diana (47) ibu rumah tangga (IRT) yang ditemukan bersimbah darah dengan luka tusukan oleh anaknya Elisabeth, Sabtu pagi (3/9/2016) sekitar pukul 06.30 WIB di warung miliknya Jalan Utama RT02 Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Riau. Korban ternyata sempat mengucapkan kalimat terakhir kepada suaminya Juniar Pasaribu.

Jumat, (2/9/2016) pukul 18.00 WIB, korban bersama suaminya pergi ke Toko Nasution di Bagan Besar, untuk belanja kebutuhan warung dan sekaligus membayar hutang belanjaan. Setelah itu, keduanya pergi ke SPBU Jalan Tuanku Tambusai untuk belanja BBM dan kemudian pulang, setibanya di warung sekitar pukul 21.00 WIB.

Suami Diana pulang ke rumah yang berjarak 100 meter dari warung. Sekitar pukul 23.00 WIB, Juniar Pasaribu datang ke warung dan hal itu sudah biasa, suaminya menemani istrinya, karena warung yang buka 24 jam.

Seperti diceritakan Juniar Pasaribu, pada Hari Sabtu (3/9/2016) sekitar pukul 01.00 WIB, Diana mengatakan kepadanya untuk segera pulang. "Tidur di rumah saja, biar cepat bangun untuk ambil minyak," ucapnya sebagaimana istrinya berkata sebelum meninggal dunia.

Juniar pun pulang ke rumah dan ketiduran di ruang tengah. Sementara anaknya Elisabeth dan Rido, tidur di dalam kamar. Sekitar pukul 05.00 WIB, Elisabeth bangun dan melihat orangtuanya Juniar masih tidur di ruang tengah.

Sekitar pukul 05.15 WIB, Elisabeth bersiap berangkat ke sekolah. Pukul 06.15 WIB, Elisabeth pergi ke sekolah dan mampir ke warung untuk berpamitan kepada ibunya. Setibanya di warung ia melihat ibunya dalam posisi telungkup dan ada luka tusuk di bagian pinggang sebelah kiri. Dalam keadaan menangis, ia kembali ke rumah dan memberitahukan kepada Juniar.

"Saya sempat memegang tangan kiri istri saya dengan kondisi masih hangat, lalu meraba denyut nadi dan tidak ada denyut. Saya pun memberitahukan kepada orang lain yang melintas untuk membantu melaporkan hal ini ke Polsek Bukit Kapur," ujarnya.

Dugaan sementara pihak Polres Dumai, kejadian ini merupakan murni pembunuhan. Karena harta benda korban tidak ada yang hilang.

"Cincin emas masih melekat pada jari korban. Kalung emas korban masih tersimpan dalam dompet. Kita masih berupaya mengejar pelaku pembunuhan ini," jelas Kapolres Dumai, AKBP Donal H Ginting kepada GoRiau.com. ***