
DUMAI, GORIAU.COM - Pasca kebakaran yang menimpa warga Gang Melati, Jalan, Datuk laksmana, Kecamatan Dumai Kota. Kamis (15/11) lalu. Warga yang menjadi korban sampai hari ini masih menetap diatas puing - puing kebakaran dengan tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Dumai bersama Dinas Sosial dan beberapa perushaan yang ada dikota Dumai.
"Saya dan keluarga sudah tidak tahu lagi hendak tinggal dimana. Oleh sebab itu saya dan keluarga masih bertahan ditenda saja" ujar Epi salah seorang korban kepada GoRiau.com Selasa (19/11/2013).
Warga RT 11 Gang Melati ini dahulunya memiliki warung harian untuk kebutuhan sehari - hari, namun sayang saat ini hanya tinggal puing - puing saja.
Begitupun juga dengan surat - surat peting yang dimilikinya, seperti KTP, SIM, STNK motor, Surat tanah pun turut ludes dilahap sijago merah.
"Saat kebakaran karena sudah panik sudah tak ingat apa - apa lagi, hanya ingat menyelematkan diri. Jadi hanya baju dibadan yang sanggup diselamatkan" sebutnya.
Epi menambahkan untuk sementara ini kami hanya bisa tinggal ditenda darurat selebar 4 meter dan tinggi empat meter dari BPBD kota Dumai berbagi bersama rekan - rekan sesama korban kebakaran.
Dikatakannya sejak kebakaran yang menghanguskan 34 rumah petak semi permanen ini mengalir sejumlah bantuan dari banyak pihak baik berupa makanan siap saji, tenda dan juga pakaian.
Selain Epi masih ada puluhan warga yang menetap di tenda darurat. Setidaknya ada tiga tenda ukuran besar yang disiapkan guna menampung para korban di posisi yang berbeda.
Kemudian ada juga yang menumpang di rumah saudara dan rumah warga Melati yang masih utuh dan tidak tersentuh oleh amukan sijago merah.
Menurut ketua RT 11, Sunarto Kelurahan Dumai Kota korban kebakaran sejak hari jumat pagi sudah mulai memeriksa sisa puing rumah mereka.
Sebagian mencari barang - barang berharga yang tidak sempat diselamatkan."Maklum para korban saat kebakaran kemarin hanya sempat menyelamatkan diri" ucapnya.
Sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang terjadi pada Kamis sore. Meski terjadi hanya sekitar 60 menit, tapi api menghanguskan 34 rumah dalam seketika karena tiupan angin dan rata - rata rumah merupakan semi permanen" sebutnya.
Menurut pantauan hingga saat ini sudah banyak bantuan yang berdatangan untuk membantu para korban kebakaran. Bantuan tersebut  ada yang berasal dai perkelompok maupun perorangan.
Sekitar dua tenda posko bantuan peduli korban kebakaran pun sudah berdiri. Tenda posko tersebut berdiri tepat di depan lokasi kebakaran, dan satu posko berfungsi sebagai dapur umum.
Dapur umum tersebut dikelola oleh relawan dari DPD PKS Dumai, Verdy Elfarian Duani menyebut bahwa posko tersebut sengaja didirikan, guna membantu ketersediaan makanan bagi warga korban kebakaran. Posko ini dibantu oleh 30 orang relawan untuk kebutuhan korban 3 kali dalam sehari.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Kampung Melati mengatakan, korban kebakaran sampai saat ini masih menunggu kedatangan Walikota Dumai untuk membahas rencana pembangunan kembali rumah mereka yang sudah terbakar.
"Kami mendapat kabar pak Wali saat ini masih di luar kota. Kami berharap setelah kembali ke Dumai, kami dapat membahas masalah pembangunan kembali rumah yang terbakar dengan beliau, karena kami yakin pak Wali memiliki solusi bagi warga korban kebakaran," kata lelaki separo baya tersebut.(egy)