JAKARTA -- Waspadalah bila Anda punya riwayat hiperlipidemia (kolesterol tinggi). Sebab, hiperlipidemia bisa memicu beragam penyakit, termasuk sakit kepala, penyakit jantung dan stroke.

Dikutip dari Sindonews.com, kolesterol yang diproduksi oleh hati adalah zat lemak padat yang ditemukan di setiap sel tubuh, dan dianggap penting untuk banyak fungsi penunjang kehidupan.

Kolesterol ini membantu tubuh membuat hormon dan vitamin D. Juga ditemukan dalam senyawa yang dibuat tubuh untuk membantu mencerna makanan, seperti empedu.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), faktor keturunan dan yang berhubungan dengan gaya hidup berkontribusi terhadap kolesterol tinggi, termasuk yang berikut ini seperti dilansir dari Everyday Health, Senin (20/12/2021). Berikut 9 penyebab kolesterol tinggi:

1. Keturunan

Memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung berarti Anda lebih mungkin memiliki kolesterol tinggi.

Meskipun relatif jarang, beberapa orang juga membawa kondisi genetik yang disebut hiperkolesterolemia familial, yang menyebabkan kolesterol jahat sangat tinggi pada usia muda. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit arteri koroner dan serangan jantung dini.

2. Usia

Karena perubahan metabolisme yang berkaitan dengan usia, termasuk bagaimana hati menghilangkan kolesterol jahat dari darah, risiko kolesterol tinggi setiap orang meningkat seiring bertambahnya usia.

3. Jenis Kelamin

Wanita di atas 55 tahun atau yang telah menopause cenderung memiliki kadar kolesterol jahat lebih rendah daripada pria. Secara umum, pria cenderung memiliki kadar kolesterol baik lebih tinggi daripada wanita.

4. Diet

Makan-makanan tinggi kolesterol, lemak jenuh dan lemak trans diketahui berkontribusi terhadap kadar kolesterol tinggi. Sebagian besar produk susu hewani dan penuh lemak, dan minyak tertentu yang padat pada suhu kamar, mengandung lemak jenuh tingkat tinggi.

5. Kurang Olahraga

Sedikit atau tidak ada olahraga dalam kehidupan sehari-hari dapat menurunkan kolesterol baik yang dapat mempersulit tubuh untuk membersihkan kolesterol jahat di arteri.

Olahraga tingkat sedang hingga intens dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi ukuran partikel kolesterol jahat, sehingga tidak terlalu berbahaya.

6. Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan kolesterol baik, yang pada tingkat normal melindungi terhadap penyakit jantung, terutama pada wanita.

Tidak ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa merokok meningkatkan kolesterol jahat, tetapi hal itu menciptakan lingkungan arteri yang mendorong penumpukan plak lemak.

7. Kegemukan

Obesitas atau kegemukan terkait dengan kadar trigliserida, kolesterol baik, dan kolesterol jahat yang lebih tinggi. Meskipun orang yang dianggap obesitas memiliki peningkatan risiko kolesterol tinggi, orang yang tidak kelebihan berat badan juga dapat terkena kolesterol tinggi.

8. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi kronis lain yang sensitif terhadap faktor gaya hidup, berat badan, dan metabolisme. Kondisi ini juga dikaitkan dengan kolesterol baik yang rendah dan kolesterol jahat yang tinggi.

Menurut sebuah penelitian, alasan untuk hubungan ini hanya sebagian dipahami, tetapi perubahan dalam metabolisme insulin dan peradangan secara keseluruhan menjadi faktor penyebabnya.

Terlepas dari riwayat keluarga atau riwayat penyakit jantung sebelumnya, Anda dapat mencegah kolesterol tinggi dengan makan makanan yang sehat, olahraga secara teratur, dan berhenti merokok. Mempertahankan berat badan normal dan membatasi asupan alkohol juga dapat membantu.

Memantau kadar kolesterol secara teratur juga dapat membantu mencegah kolesterol menjadi terlalu tinggi atau rendah.

Secara umum, orang dewasa yang sehat harus memeriksa kolesterol setiap empat sampai enam tahun, tetapi dokter mungkin meminta untuk memeriksa kolesterol lebih sering tergantung pada usia, kesehatan secara keseluruhan, dan faktor risiko lainnya.***