DURI - Ada-ada saja ulah pelajar salah satu SMK di Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau ini. Para murid kabur dari sekolah saat petugas kesehatan dari Puskemas datang untuk memberikan vaksin Difteri melalui suntik.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Mandau, Drg Ema Rayanis, pelajar SMK tersebut belum paham tentang bahayanya penyakit Difteri ini.

"Sehingga banyak yang kabur saat petugas kesehatan datang ke sekolahnya. Tetapi setelah diberikan penjelasan oleh gurunya, keesokan hari banyak juga yang datang ke Puskesmas Mandau," katanya, Senin (16/1/2017) kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Pelajar SMK yang tergolong sudah remaja ini tidak bisa di paksa dan bisa kabur saat di suntik. Berbeda dengan anak TK, SD dan SMP yang sekolahnya juga didatangi, masih bisa menurut tanpa harus dipaksa.

"Vaksin Difteri ini hanya ada di Puskesmas, jadi masyarakat tidak perlu ke rumah sakit swasta. Orangtua juga harus peka, jika ada di lingkungan tempat tinggal terkena Difteri, segera bawakan anggota keluarga untuk mendapatkan suntik Difteri," ujar Ema lagi.

Hingga saat ini sudah ada 21 pasien Difteri di Duri. Mereka merupakan warga Air Jamban, Duri Barat, Babusalam, Balik Alam dan Talang Mandi.

"Yang dirawat diruang isolasi saat ini tinggal 4 pasien. 1 diantaranya perawat RSUD Duri tersebut, karena mungkin terkontaminasi langsung dengan pasien saat memberikan perawatan," terangnya lagi.

UPT Puskesmas Mandau terus turun ke masyarakat memberikan suntik Difteri ini untuk menekan jumlah kasus luar biasa ini. *** #BENGKALIS