INFORMASI tentang Islam pertama kali diperoleh Sam Swift dari media. Menurut informasi di media, Islam merupakan agama teroris. Informasi tentang Islam yang negatif justru membuat Sam penasaran dan berkeinginan mempelajarinya.

Sementara itu, dari orang tuanya Sam mendapat informasi bahwa Islam bukanlah agama teoris. Saat Sam menyatakan bahwa banyak teoris beragama Islam, orang tua mengatakan, mereka (para teroris) itu tidak mengamalkan ajaran Islam.

''Dan orang tua saya selalu menanggapinya dengan santai. Mereka berkata, ‘Ini bukan Islam yang sebenarnya’,” kata Sam, seperti dikutip dari Viva.co.id yang melansir dari channel YouTube Ape Astronaut, Senin (22/12/2021).

Karena penasaran dengan ajaran Islam, remaja Amerika Serikat berusia 15 tahun itu bersemangat membaca informasi mengenai agama Islam. Kemudian Sam bertemu dan berteman dengan remaja seusianya yang bernama Ali. Awalnya, Sam sering mengejek Ali. Namun, Ali tidak membalasnya dan selalu memberi jawaban yang baik ketika Sam mengajukan pertanyaan.

''Maka saya membaca tentang Islam secara daring. Dan saya punya teman, Alhamdulillah, namanya Ali. Dia masih menjadi teman terbaik saya sampai hari ini,'' kata Sam.

''Saya saya mengajukan pertanyaan, dia menjawabnya. Dan jawaban-jawabannya sangat bagus,'' katanya menambahkan.

Sam mengungkapkan dirinya mantap memeluk agama Islam karena sangat mengagumi kedisiplinan yang ada dalam ajaran Islam.

''Dan yang saya kagumi, daya tarik atau salah satu faktor utamanya adalah kedisiplinan dalam ajaran Islam. Bahwa Anda harus sangat sopan, Anda harus bersikap baik. Saya tidak mengatakan bahwa saya seperti itu, saya jelas bukan orang yang sempurna, punya beberapa kekurangan,'' kata Sam.

''Tapi saya mengagumi aspek yang membawa saya pada Islam, rasa hormat, dan tentu saja, berserah diri pada Allah. Jadi, itulah beberapa faktor utamanya,'' sambungnya.***