UMUMNYA mereka yang berniat menjadi mualaf atau masuk Islam, mendapat penolakan keras dari orang tuanya. Namun berbeda dengan Daniela Isabela, keputusannya menjadi mualaf justru didukung orang tuanya. Bahkan ibunya yang non-Muslim mendampingi Daniela saat mengucapkan dua kalimat syahadat. Begini kisahnya.

Dikutip dari okezone.com yang melansir dari kanal YouTube Annaba TV, sang ibu mengantarkan Daniela ke Pesantren Mualaf Center Annaba Bogor dan mendampinginya bersyahadat pada Ahad, 5 Maret 2022 malam.

GoRiau Daniela Isabela mengucapkan du
Daniela Isabela mengucapkan dua kalimat syahadat di Pesantren Mualaf Center Annaba, Bogor, pada Ahad, 5 Maret 2022 malam. (tangkapan layar/ okezone.com)

Prosesi masuk Islam Daniela dituntun ustaz dan disaksikan pimpinan Pesantren Mualaf Center Annaba, santriwati, dan mualafah.

Setelah resmi menjadi mualaf, gadis kelahiran Jakarta, 25 Oktober 1994 itu mengubah namanya menjadi Kamila yang artinya sempurna.

Ketika ditanya alasannya menjadi mualaf, ia mengatakan bahwa Islam membuatnya tenang.

''Jadi beberapa tahun lalu aku mengalami gangguan kecemasan, gampang banget deg-degan. Terus karena teman-teman banyak yang Muslim, aku melihat bagaimana mereka bisa mengatasi kecemasan mereka dengan ibadah dengan cara Islam,'' ungkap Dea, dikutip dari kanal YouTube Annaba TV.

Dari situlah ia mulai penasaran dengan ajaran agama Islam. Ia pun belajar memahami dasar-dasar agama Islam selama tiga tahun.

''Aku penasaran ketika aku belajar dasar-dasar, aku juga merasa lebih nyaman dan tenang. Dari situ aku mau lanjut lagi belajar sebagai seorang Muslimah. Tiga tahun prosesnya,'' tambahnya.

Beruntung, Dea juga memiliki orangtua yang moderat dan membebaskan anaknya memilih agamanya.

''Mama cukup terbuka dan beliau memperbolehkan aku untuk belajar lebih lanjut soal Islam. Beliau support,'' pungkas Dea yang disambut senyuman sang ibu.***