SELATPANJANG - Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti Mulyono SE menilai kinerja PLN Rayon Selatpanjang beberapa hari belakangan ini sangat buruk. Perusahaan plat merah itu diharapkan secepatnya memaksimalkan pelayanan, jangan sampai merugikan konsumen.

Penegasan itu disampaikan langsung Mulyono kepada GoRiau, Sabtu (13/8/2016).

Kata Mulyono, sejak beberapa hari ini, Ia seringkali mendengar keluhan dari warga setempat perihal pelayanan PLN Rayon Selatpanjang yang kembali terasa sangat buruk. Dimana, tambah Mulyono, PLN Selatpanjang sering melakukan pemadaman tanpa jadwal yang tetap dan terkesan mendadak.

"Memang akhir-akhir ini pelayanan PLN Selatpanjang ini terasa sangat buruk. Warga mulai mengeluhkan itu," ujar Mulyono.

Disampaikan Mulyono lagi, PLN Selatpanjang harus secepatnya memperbaiki kinerja dan memaksimalkan pelayanan ke masyarakat. Pasalnya, hak-hak konsumen jelas diatur dalam undang-undang (UU No. 88/1999).

Kemudian, kata Mulyono lagi, Ia mendapat informasi bahwa belum lama ini ada rotasi di internal PLN Selatpanjang. Dimana, yang dulunya Kepala PLN Asmardi digantikan Annas. Sehingga, diharapkan pergantian ini hendaknya makin memperbagus kinerja, jangan sampai memberikan kesan buruk pada hati masyarakat Kota Sagu ini.

"Dulu sewaktu kepala PLN nya Asmardi, pelayanan lumayan bagus, itu kami akui. Kita harap juga dengan bergantinya pimpinan, semakin bagus bukan makin memburuk. Tolong beri pelayanan maksimal kepada konsumen, kita semua membayar kok," ujar Mulyono juga.

Pemadaman tak terjadwal dan mendadak ini, kata Mulyono juga, sudah pasti akan berdampak buruk bagi peralatan elektronik rumah tangga. Dimana, banyak peralatan itu siap-siap rusak dengan seketika.

Sementara itu, terkait buruknya kondisi kelistrikan beberapa hari terakhir, menurut Annas selaku Kepala Rayon PLN Selatpanjang memang sedang ada gangguan. Seperti adanya kabel putus, ada kendala di panel, cuaca terlalu yang menyebabkan beban terlalu tinggi, dan gangguan lainnya.

Kondisi buruknya kelistrikan di Selatpanjang mulai pula menjadi bahan perbincangan beberapa masyarakat, baik di kehidupan sehari-hari, maupun di media sosial. Rata-rata dari mereka mulai mengeluhkan atas buruknya kelistrikan di Selatpanjang. Padahal, di Gogok telah masuk sekitar 9 unit mesin.

Bahkan, dalam satu hari, di titik-titik tertentu bisa sampai 5 kali pemadaman. Meski dalam hitungan menit, namun ini sangat menangganggu. Pasalnya, sebelum ini kelistrikan di Selatpanjang sudah agak membaik. ***