SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi Barat (TTB) telah melaporkan kekhawatiran masyarakat Tebing Tinggi Barat akan ambruknya jembatan Perumbi yang terletak di Desa Alai. Camat TTB Mulyadi meminta dinas terkait meninjau dan memastikan kekuatan jembatan yang akhir-akhir ini banyak dilewati kendaraan besar.

Demikian disampaikan Mulyadi, ketika ditemui di Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (14/3/2014) pagi.

"Kita sangat mengkhawatirkan kondisi jembatan sungai Perumbi itu, memang akhir-akhir ini banyak kendaraan besar lewat di sana," ungkap Mulyadi kepada GoRiau.com.

Atas rasa khawatir ini pula, Ia telah melaporkan permasalahan ini ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Iqaruddin MSi.

Menurut Mulyadi, Iqaruddin menanggapi baik apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat itu. Untuk itu, dalam waktu dekat Dinas PU dikabarkan akan turun langsung ke lokasi jembatan. Sementara, rekanan yang mengangkut tiang batu untuk listrik Alai-Mengkikip diminta melakukan penumbunan jalan rusak akibat dilewati kendaraannya itu.

"Kita sudah minta pihak rekanan menimbun jalan yang rusak, kemudian kita minta Dishub juga memberikan solusi jembatan tersebut. Selain itu, Dinas PU juga akan turun meninjau langsung. Pokoknya kita mendukung pembangunan tapi juga tidak mengabaikan masyarakat banyak," ujar Mulyadi.

Dapat disampaikan pula, jembatan Perumbi yang bernama Jembatan Panglima Sampul itu telah dibangun sejak belasan tahun yang silam (sewaktu zaman Kabupaten Bengkalis, red). Sejak diresmikan pula, tidak ada dilakukan perawatan ke jembatan itu, sehingga dikhawatirkan jembatan ini akan ambruk jika terus-terus dilewati kendaraan besar seperti milik rekanan yang menyeberangkan tiang listrik untuk Alai-Mengkikip.(zal)