SIAK SRI INDRAPURA - Potensi budidaya tanaman singkong jenis ubi kayu racun mulai dilirik oleh warga Dusun III Sungai Mungkal, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Selain panennya cepat, per hektarnya petani bisa raih untung capai Rp 60 jutaan hingga Rp 70 jutaan.

Masyarakat yang semula menanam sawit, perlahan mulai beralih menanam singkong jenis ubi kayu racun ini sebagai sumber penghasilan dan investasi jangka panjang. Apalagi kini di Kandis, Kabupaten Siak juga sudah ada pabrik pengolahan singkong yang siap menampung dalam jumlah besar.

Camat Sungai Apit, Wahyudi saat dikonfirmasi GoRiau.com membenarkan warganya kini menanam singkong di lahan seluas 8 hektar. Bahkan saat tanam perdana, Minggu (3/11/2019), Bupati Siak Alfedri bersama Kadis PU Tarukim Siak, Irving Kahar terlihat datang.

"Warga Dusun Sungai Mungkal ini menanam singkong karena melihat dan menghitung-hitung keuntungan yang diraup dalam setiap panen sekali 7-8 bulan itu. Hitungan kasarnya bisa mencapai Rp 70 an juta per hektar," kata Camat Sungai Apit ini, Senin (4/11/2019).

Dikatakan Camat, sebelum masyarakat memilih menanam singkong ini, pemerintah kecamatan juga sudah memberikan pandangan tentang Budidaya singkong yang sudah mulai berjalan di sejumlah daerah. Mulai dari pengolahan lahan, bibit ubi, perawatan hingga hasil panen singkong yang akan dicapai oleh petani.

"Mulanya ide menanam singkong ini dari masyarakat langsung. Masyarakat tertarik setelah menghitung-hitung kemudahan dan keuntungan menanam singkong ini. Dalam 1 hektar saja selama 8 bulan masyarakat diprediksi akan panen sekitar 70 ton singkong," kata Camat.

Dari panen 70 ton tersebut, jika dikalikan Rp 1.200 per kg harga tolak dari pabrik, maka petani akan mendapatkan sekitar Rp 84 jutaan.

"Tentunya angka itu dikurangi dengan biaya perawatan dan bibit serta modal lainnya, untung bersihnya bisa mencapai Rp 70 jutaan per hektar dalam setiap panen. Sementara jika dibandingkan dengan hasil panen sawit jauh selisihnya," sebut Wahyudi lagi.

Semangat warga menanam singkong ini mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan dan juga Kabupaten. Bahkan kedepannya akan dibuat kelompok tani untuk membudidayakan menanam singkong ini.

"Saat ini menampungnya memang sudah ada langsung orang dari pabrik, mengenai teknis pengiriman hasil panen ini juga akan diupayakan lebih praktis sehingga petani tidak mengeluarkan biaya besar dalam pengiriman singkong ke pabrik," imbuh Camat lagi.

Bupati Siak Alfedri dalam kesempatan berbeda menyebutkan kemajuan masyarakat Sungai Mungkal dalam memotivasi diri untuk mencari penghasilan yang lebih baik terlihat jelas mereka daerahnya jauh dari kota dan sulit akses jalan.

Bupati mengaku sangat mendukung usaha sekelompok masyarakat petani di Sungai Mungkal dalam meningkatkan kesejahteraan, melalui usaha budidaya komoditas ubi kayu racun ini.

"Saat ini pabrik pengolahan ubi kayu racun telah ada di Kecamatan Kandis. Karena itu saya berharap lewat usaha budidaya komoditas ubi kayu racun ini dapat menambah penghasilan masyarakat tempatan di Sungai Mungkal ini. Walaupun daerahnya sulit dijangkau, namun masyarakatnya memiliki semangat tinggi untuk maju,” kata dia.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Alfedri tak lupa memberikan kabar gembira bagi masyarakat dusun itu. Pemerintah Kabupaten Siak tahun ini membangun kelas jauh untuk SMP, setelah tahun lalu membangun Sekolah Dasar untuk masyarakat desa.

“Insyaallah tahun depan juga akan dibangun Polindes yang juga dibantu dari anggaran dana desa, agar dapat melayani masyarakat dibidang kesehatan," tutupnya. ***