TELUKKUANTAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengaku keberatan dengan pemberian mobil dinas kepada Chaidir Arifin yang notabene mantan Ketua Tim Sukses Mursini - Halim.

"Janganlah memakai mobil dinas yang dibeli dengan uang rakyat tersebut,'' ujar Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, SAg, Senin (1/8/2016) siang di Telukkuantan.

Musliadi yang juga didampingi Rosi Atali mengaku geram dengan kebijakan yang diambil oleh Mursini - Halim. Sebab, jauh sebelum ini mereka menyatakan akan memberikan mobil dinas kepada pejabat eselon III.

"Chaidir Arifin ini kan bukan pejabat atau kepala BUMD, jadi tidak pantaslah memakai mobil tu," ujar Musliadi.

Musliadi mengaku aneh mendengar Chaidir Arifin meminta fasilitas negara dengan dalih Ketua Pacu Jalur. Menurutnya, sudah lebih 100 tahun pacu jalur dilaksanakan dan baru kali ini ketuanya minta fasilitas.

"Kalau tak mampu, berhenti saja sebagai panitia pacu jalur,'' sambung Musliadi.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi mempertanyakan dasar hukum Pemda memberikan mobil dinas kepada Chaidir Arifin. "Mana dasar hukumnya?"

"Jangan seenaknya sajalah," tutup Musliadi.***