PERHENTIAN RAJA, GORIAU.COM - Ketua Komisi A DPRD Riau melakukan kunjungan mendadak ke lokasi penimbunan Sungai Kulim, Perhentian Raja, Kampar, yang ditimbun oleh PT Sinar Delhi. Begitu sampai di lokasi, Ketua Komisi A, H Masnur SH langsung berdialog dengan masyarakat dan menanyakan pembongkaran kembali sungai yang sudah ditimbun oleh perusahaan perkebunan itu.

Mendengar penjelasan warga dan melihat kondisi di lapangan, Masnur hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah perusahaan yang tidak memahami aturan pengelolaan sungai sesuai dengan peraturan yang ada.

Pada kesempatan itu, Masnur juga menerima penjelasan seputar pembongkaran timbunan yang sudah dilakukan masyarakat dengan menyewa alat berat. "Kami sengaja membongkar sungai karena menyebabkan banjir di hulu sungai terutama di Desa Lubuk Sakat,'' kata Yusriandi, Kepala Desa Lubuk Sakat.

Selain menyebabkan banjir, menurut Yusriadi, penimbunan sungai oleh PT Sinar Delhi juga mengakibatkan susahnya masyarakat mencari ikan di sungai. "Dulunya sebelum sungai ditimbun, masyarakat juga dapat memanfaatkan sungai untuk mencari ikan,'' tambahnya.

Menanggai laporan masyaraat, Masnur mengatakan, ulah perusahaan sudah keterlaluan. ''Saya tahu dengan sungai ini, dulunya sungai ini airnya jernih dan lumayan besar,'' kata Masnur.

Dalam kesempatan dialog dengan perwakilan masyarakat, Masnur sempat menanyakan legalitas perusahaan PT Sinar Delhi kepada kepala desa dan masyarakat yang hadir, dan langsung dijawab salah satu perwakilan kepala desa yang hadir. "Kami disini pak ada dua kepala desa yang hadir yaitu kepala Desa Lubuk Sakat, Yusriandi dan saya Zulkifli, Kepala Desa Kampung Pinang, setahu kami tidak ada kami memberikan izin operasional perusahaan perkebunan yang bernama PT Sinar Delhi yang dimiliki oleh saudara Ahua." kata Zulkifli.

Mendengar keterangan dari perwakilan masyarakat, Ketua Komisi A sempat geram terhadap ulah perusahaan yang berani-beraninya menimbun sungai sementara sepucuk surat izin pun dari pemerintahan desa setempat tidak dimiliki perusahaan.

''Bapak-bapak saya berjanji dalam waktu dekat kita akan panggil PT Sinar Delhi untuk hearing dengan DPRD Riau di Komisi A,'' janji Masnur. (***/bun)