PEKANBARU – Penolakan terhadap rencana Gubernur Riau, Abdul Wahid, untuk menjual Stadion Utama Riau terus mengalir. Setelah sebelumnya Komisi III DPRD Riau menyatakan penolakannya, kini Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama, juga menyuarakan sikap yang sama.

"Secara pribadi saya kurang setuju. Bagaimanapun juga, Stadion Utama Riau adalah ikon kita. Kalau dijual, meskipun lokasinya di Pekanbaru, tapi itu bukan milik kita lagi," ujar Ginda Burnama, Senin (5/5/2025).

Ginda menyarankan agar stadion tersebut tidak dijual, tetapi dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang profesional. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, stadion itu dapat menjadi aset produktif dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita akui, mencari pengelola yang tepat memang sulit dan butuh kesabaran ekstra. Namun, kita bisa tingkatkan infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan kenyamanan lainnya agar pihak ketiga merasa yakin dan nyaman untuk berinvestasi di Riau," jelasnya.

Ia juga mendorong instansi terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk bersinergi mencari pihak yang kompeten dalam pengelolaan aset.

"Seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang dikelola oleh pihak ketiga, saya rasa gubernur kita bisa berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta untuk belajar dari pengelolaan mereka. Sayang kalau stadion ini dijual, karena nanti bukan menjadi aset kita lagi," tutup Ginda. ***