
PANGKALAN KERINCI -Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Baharudin, SH meminta kepada pihak perusahaan untuk menjaga daerah aliran sungai (DAS). Pengelolaan daerah aliran sungai menjadi bagian yang sangat penting.
Sejalan dengan hal itu, Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Musim Mas, yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan.
Baharudin temukan fakta menarik saat melihat secara langsung pengelolaan sempadan sungai yang ada di areal perusahan, diantaranya Sungai Sinduan, Sungai Bengarai dan Sungai Pelintai.
"Karena dulu pernah ada dilakukan penanaman, sekarang saya ingin memastikan kondisinya. Ternyata memang dirawat," ungkapnya, usai melihat lokasi, Kamis (15/7/2021).
Disampaikannya, dirinya telah melihat secara langsung beberapa anak sungai yang ada di areal perusahaan. Menurutnya, pihak perusahaan telah melakukan pengelolaan sempadan sungai dengan baik.
"Pohonnya sudah besar, DAS nya juga sudah pulih. Saya mengapresiasi perusahaan yang telah melakukan pengelolaan sempadan sungai dengan baik dengan menanam pohon di pinggiran sungai," terangnya.
Baharudin berharap hal ini dapat terus dipertahankan dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya di Kabupaten Pelalawan dalam mengelola sempadan sungai.
"Kedepan saya ingin, tak hanya untuk pemulihan DAS saja, juga dapat menjadi tempat bernaung hewan hutan seperti monyet dan burung. Bisa menjadi tempat hidup satwa," ujarnya.
Politisi Golkar ini meminta perusahaan untuk menambah pengayaan tanaman. Tak hanya pohon hutan, namun juga pohon buah-buahan. Seperti rambutan, mangga, matoa dan lainnya.
"Jadi buah-buahan itu nantinya bisa menjadi sumber makanan binatang. Sehingga seperti monyet ini tak mengganggu ke perkampungan," tandasnya.
Manager Humas PT. Musim Mas, Malinton Purba mengatakan, sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi, perusahaan telah berkomitmen berpartisipasi dalam dalam pengelolaan lingkungan yang baik.
"Perusahaan mempunyai visi untuk menjadi pemimpin usaha yang bertanggungjawab dan berkelanjutan dalam evolusi industri minyak sawit. Termasuk didalamnya pengelolaan daerah aliran sungai," paparnya, kepada GoRiau.com.***