DUMAI - Pasca terpilihnya Timo Kipda sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Dumai secara aklamasi saat Musyawarah Daerah (Musda) V di Hotel Comfort, Selasa malam (27/12/2016). Dirinya mengatakan akan mengumpulkan kembali (kader) yang berserakan.

"Awalnya kita lakukan konsulidasi organisasi. Dengan menciptakan kebersamaan membangun dan membesarkan Golkar di Dumai. Karena Golkar di sini memiliki kader-kader terbaik, yang diyakini bisa membesarkan partai kedepannya," ujar Timo, Rabu siang (28/12/2016) saat konferensi pers dengan sejumlah wartawan.

Menurutnya, saat ini Golkar Dumai jangan meninggalkan tradisi dan kebersamaan, serta ketentuan yang ada. Apapun bentuknya, Golkar Dumai harus bisa melebihi hasil yang didapati sekarang. Sehingga dengan kebersamaan semua akan bisa dicapai dan diraih.

"Pilgubri nanti akan menjadi acuan Golkar Dumai menghadapi Pemilihan Legislatif DPRD Dumai, serta bagaimana menghadapi Pemilihan Walikota Dumai 2021. Sesama partai lain saling merangkul," ulasnya.

Dalam 14 hari kedepan mengkonsulidasi kepengurusan Partai Golkar Kota Dumai, lanjutnya. Dilanjutkan dengan konsolidasi ke Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Kelurahan (PL). Sehingga Golkar Dumai bisa mengetahui jumlah pasti kadernya.

"Kita akan mendata kembali kartu tanda anggota (KTA), agar tahu jumlah pasti kader dan simpatisan Golkar Dumai. Lebih baik memperbaiki di dalam lebih dahulu. Dalam sudah bagus, kita fokus keluar," katanya. Ia juga mengatakan,"Bung, kita rebut kembali" kursi terbanyak di DPRD Kota Dumai.

Golkar Dumai juga akan membuat program yang menyentuh masyarakat. Juga memfungsiksan fraksi yang ada saat ini sebagai corong masyarakat Kota Dumai.

Plt Ketua DPD II Partai Golkar Sulpan Sura juga mengatakan, tidak ada permasalahan terkait ditundanya Musda V Partai Golkar Kota Dumai. Karena ada agenda besar dan penting yang harus diselesaikan lebih dulu. "DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, saat ini juga sedang mempersiapkan daerah-daerah yang melaksanakan belum laksanakan musda," ungkapnya.

Ketua Organizing Commite Musda V Partai Golkar Kota Dumai Yusrizal mengatakan, selama musda Golkar baru ini terjadi aklamasi. "Mungkin bagi Bung Timo, ini tak semudah yang dibayangkan, karena banyak pekerjaan rumah yang tertunda dan sangat berat kedepannya bagaimana mengembangkan Golkar Dumai," bebernya.

Baca Juga: Timo Kipda Nahkodai DPD II Partai Golkar Dumai, Ini Pesan Arsyadjuliandi Rachman Kepada Ketua Terpilih

Perjalanannya dari tiga kandidat yang sudah dibuatkan surat keputusan. Zulkifli Ahad tidak hadir saat Musda V, sehingga didiskualifikasi. Karena tingga dua calon dan saat pembahasan tentang pencalonan Husni Husain mundur dan mendukung Timo Kipda memimpin tampuk pimpinan DPD II Partai Golkar Kota Dumai.

Baca Juga: Arsyadjuliandi Rachman: Seluruh Kader Golkar Harus Sosialisasikan Pilgubri 2018 dan Pilpres 2019

"Secara paripurna, calon tunggal (Timo Kipda) dan secara aklamasi dimenangkan Timo Kipda. Timo sendiri didukung 11 pendukung yang memiliki hak suara," jelasnya. Musda sudah sesuai dengan aturan organisasi yang ada dan mekanisme yang ada. Musda cukup demokrasi dengan mendahulukan musyawarah mufakat.*** #DUMAI