PEKANBARU - Pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 diklaim tidak sekadar berorientasi pada pencarian kesalahan atau pemberian sanksi tilang. Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menitikberatkan kegiatan ini pada pembangunan karakter pengemudi agar lebih menyadari pentingnya keselamatan.

Ribuan personel kepolisian dikerahkan serentak ke berbagai ruas jalan protokol di wilayah Riau mulai Senin (8/6/2026). Mereka ditugaskan melakukan pencegahan kecelakaan melalui sosialisasi, penyuluhan, serta kampanye keselamatan yang mengedepankan pendekatan persuasif.

"Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sekaligus meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat," harap Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, Minggu (7/6/2026).

Upaya Menurunkan Korban Fatal

Tingkat fatalitas korban kecelakaan sering kali bermula dari pelanggaran sepele yang diabaikan. Oleh karena itu, petugas akan langsung memberikan teguran simpatik bagi pengendara yang melakukan kelalaian kecil, porsinya mencapai 10 persen dari total strategi penindakan lapangan.

Meski mengutamakan edukasi, polisi tetap tidak akan memberikan toleransi bagi 10 jenis pelanggaran berat. Penggunaan knalpot brong, pengendara motor tanpa helm SNI, hingga aksi bonceng lebih dari satu orang akan langsung berhadapan dengan surat tilang.

Rangkaian kampanye keselamatan ini direncanakan terus bergema hingga 21 Juni 2026. Masyarakat Riau diminta mempersiapkan kelengkapan surat dan kondisi kendaraan sebelum keluar rumah demi mewujudkan jalan raya yang ramah bagi semua kalangan. ***