TELUKKUANTAN - Tim Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pasangan Indra Putra - Komperensi (IKO) melaksanakan kampanye dialogis di posko pemenangan Sinambek, Kota Telukkuantan pada 5 November 2015. Panitia menyajikan Randai Kuantan sebagai hiburan.

Disaat masyarakat larut dalam hiburan rakyat, tepatnya pukul 23.00 Wib. Tiba-tiba lewat sebuah mobil Feroza dari arah Tugu Cerano menuju Kantor Bupati Kuansing. Setidaknya, mobil tersebut tiga kali melewati tempat acara dan kemudian berhenti tepat di lokasi.

"Ketika berhenti, salah seorang penumpang mobil yang ada tulisan Satgas Anti Pilkada Curang PDIP keluar. Ia langsung mengabadikan kegiatan melalui kamera Hp-nya," ujar Delpi salah seorang warga Sinambek kepada GoRiau.com, Senin (16/11/2015) siang di Telukkuantan.

Ketika itu, Delpi berada di pinggir jalan sedang bercerita dengan temannya sembari mengamankan parkir.

"Setelah beberapa kali men-jepret, tiba-tiba ia ditangai massa pendukung IKO. Saya dengar, Tim IKO mempertanyakan maksud dan tujuan dia memotret tersebut. Tapi, dia malah membentak," ujar Delpi.

Karena membentak, beberapa massa sempat emosi dan sudah ada yang mengepalkan tangan. Ternyata, lanjut dia, mobil ini ditumpangi dua orang. Melihat massa semakin ramai, satu orang yang berada di luar mobil sudah kabur.

"Sementara, yang di dalam mobil tak bisa berbuat apa-apa, sebab mobilnya dikepung," ujar Delpi.

"Kemudian, kami menyalakan senter Hp dan saya melihat dengan jelas ada minuman kaleng merk ABC dan ada juga botol tanpa merk yang berisi air bening. Kuat dugaan, itu minuman tuak. Sebab, nafasnya berbau tuak," tambah Delpi yang menduga oknum Satgas tersebut usai minum minuman keras.

Karena mengetahui dia dalam kondisi tidak normal, lanjut Delpi, akhirnya massa pendukung IKO menyuruh dia pergi.

"Dia disuruh pergi baik-baik, tidak ada terjadi insiden pemukulan di lokasi acara," ujar Delpi. Ia mengaku baru mengetahui bahwa pengendara mobil yang ada logo PDIP tersebut pada pagi besoknya.

"Itu pun saya baca di salah satu media online pada paginya. Saya heran juga, dia tak diapa-apakan, kok tiba-tiba babak belur dan mobilnya rusak," ujar Delpi.

Sebagai masyarakat biasa, ia juga mempertanyakan keberadaan Satgas tersebut.

"Apa karena memakai logo PDIP, dia bisa bebas di Kuansing. Dari kemaren saya bertanya-tanya tentang itu," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam berbagai media massa menyatakan bahwa Tim IKO diduga melakukan pemukulan terhadap Andrianto, salah seorang anggota Satgas PDIP Kuansing. Bahkan, ia telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kuansing.

Kepada polisi ia mengemukakan alasan berhenti di lokasi tersebut, karena jalan macet. Padahal, jalan menuju kantor bupati tersebut memiliki lebar 16 meter.***