JAKARTA – Kerja sama antara APP Group dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 26 September 2023 lalu telah menghasilkan kemajuan dalam pengembangan budidaya perikanan dan pelestarian ikan lokal berkelanjutan di wilayah unit usaha dan mitra pemasok APP Group, PT Arara Abadi dan PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Kampar, Riau.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memajukan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebagai program pencegahan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Riau dan pengelolaan perairan dan perikanan darat yang berkelanjutan, yang salah satunya dengan program Speectra (Special Area for Conservation and Fish Refugia).

Koordinator Peneliti Program Spectra APP-BRIN Kurniawan, yang juga turut survei ke lapangan, ke areal Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Ahad (22/11/23) lalu, menjelaskan Speectra merupakan salah satu upaya mengatasi penurunan populasi dan terancam punahnya ikan lokal.

"Speectra sebagai suatu bentuk modifikasi lahan rawa yang mengutamakan konservasi dan sebagai tempat refugia rawa banjiran," ujarnya kepada media, Jumat (1/12/2023).

Dituturkannya, Speectra diharapkan menjadi suaka perikanan buatan yang menjadi tempat perlindungan ikan (spawning, nursery dan feeding ground) serta menjadi cadangan produksi ikan.

Lanjutnya, kerja sama BRIN dengan APP di areal operasional PT Arara Abadi ini meliputi pembangunan riset Speectra untuk pengelolaan sumber daya air dan perairan di sekitaran Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

"Kami telah menginisiasi kerja sama dengan masyarakat untuk pengembangan konservasi perairan darat yang berkelanjutan, fokus pada pengelolaan plasma nutfah ikan lokal. Survei biodiversitas perikanan di Sungai Mandau merupakan bagian dari upaya ini," ungkap Kurniawan.

Kurniawan menambahkan, bahwa beberapa teknologi BRIN juga sudah dipatenkan dan dikembangkan ke masyarakat, termasuk sistem culture based fishery yang memanfaatkan kondisi alami sungai, seperti banjir, untuk membantu ikan memijah di area rawa banjiran.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mitigasi kebakaran, penyelamatan ikan lokal, dan sumber pangan bagi petani sekitar," sambung Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Evy Ayu Arida, menambahkan, pihaknya berkomitmen meningkatkan peran perempuan di dunia perikanan dan berfokus pada penelitian hewan, termasuk ikan lokal. Kerja sama yang melibatkan BRIN, APP, perguruan tinggi dan juga praktisi, diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi, tapi juga memajukan pengelolaan lingkungan yang lestari.

"Kami merasa optimis, karena paling tidak empat pemangku kepentingan sudah bersama-sama mengusung program ini. Dari empat elemen ini saya merasa optimis dalam tiga tahun ke depan ikan darat bukan jadi sesuatu yang langka di tempatnya sendiri, tapi menjadi yang mewarnai di Provinsi Riau," ujarnya.

Di tempat terpisah, Head of Corporate Social and Community Engagement Division APP Forestry Agung Wiyono menyatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama strategis dengan BRIN ini.

"Kami yakin bahwa ini akan membawa manfaat nyata dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta dalam pelestarian lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam inovasi dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor perikanan," tuturnya.

Kerja sama antara APP Group dan BRIN ini upaya dan sinergi antara industri dan riset ilmiah dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam sektor perikanan dan konservasi sumber daya ikan.

Sebelumnya, tim BRIN dan PT Arara Abadi-APP juga telah melakukan survei dan kesiapan lahan perikanan darat di beberapa daerah, di antaranya di Lipat Kain, Kabupaten Kampar, di Desa Kesumbo Ampai pada masyarakat Sakai Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis dan Desa Pinang Sebatang Timur, Kabupaten Siak.***rls