
SELATPANJANG - PT Nasional Sago Prima (PT NSP) bekerja keras dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) tahun 2016. Alhasil, hingga pertengahan Mei 2016 ini sama sekali tidak terjadi Karlahut di lahan PT yang beroperasi di Kecamatan Tebingtinggi Timur Kepulauan Meranti, Riau, itu.
"Kita zero api. Malah hotspot pun tidak ada di lahan perusahaan," ujar Humas PT NSP Setyo Budi Utomo ketika berbincang-bincang dengan GoRiau, Rabu (11/5/2016).
Dijelaskan Budi, tahun 2016 ini mereka betul-betul bekerja keras mencegah dan mengantisipasi terjadinya Karlahut. Terutama dalam mengontrol prilaku orang, karena menurut Budi Karlahut itu penyebab utamanya aktivitas manusia.
"Kita sangat mengontrol prilaku masyarakat dan karyawan. Kalau mereka masuk ke lokasi perusahaan kita tidak melarang namun saat mereka melalui pos jaga kita data," kata Budi.
Selain itu, ditambahkan Budi, data dari Fire Index perusahaan sangat diperhatikan. Andai telah berwarna merah, mereka langsung melakukan kontrol dan patroli 24 jam. "Kalau sudh berwarna merah fire index nya, kita langsung patroli menggunakn speedboat yang dilengkapi mesin pemadaman. Kalau ditemukan orang memancing, kita ingatkan supaya tidak sembarangan membuat api ataupun membuang puntung rokok. Alhamdulillah kerja keras kita semua membuahkan hasil maksimal," ujar Budi kepada GoRiau.
Sementara itu, terkait ketersediaan air di kanal saat memasuki musim panas beberapa waktu lalu, dijelaskan Budi pula, mereka tidak kekurangan air. Sebab, sistem sekat kanal yang telah mereka bangun sejak lama berfungsi sangat baik. "Kita menanam sagu, level air kita harus 20 cm atau paling bawah 30 cm dari permukaan gambut. Air memang harus kita jaga supaya sagu tumbuh dengan baik," beber Budi.
Selain itu, perusahaan juga membantu pemadaman yang terjadi di Tanjungsari beberapa waktu lalu. Setidaknya satu regu dengan peralatan pemadaman lengkap membantu masyakat Tanjungsari selama lebih kurang satu minggu. (***/zal)