
DURI - Warga Kampung Tengah dan BTN Pematang Pudu Permai, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau mendesak pengusaha biliar di RT 04/RW 01 untuk menutup bisnisnya.
Pasalnya arena biliar tersebut selain sudah membuat keamanan dan kenyamanan masyarakat terganggu, tempat itu juga menjadi sasaran anak-anak remaja Kampung Tengah dan anak sekolah dari SMPN 15 Mandau yang masih mengenakan seragam sekolah dan jam belajar sekolah.
Tuntutan warga ini, kata Kepala Kasi Trantib Mandau, Maspuri, disampaikan kepada pemilik usaha dan Satpol PP Mandau pada 12 Januari 2017 lalu, secara tertulis lengkap dengan tanda tangan Kepala Sekolah, Tokoh Masyarakat, Ketua RW serta pengurus Mushala setempat.
"Mengingat teguran secara lisan sudah disampaikan dan tidak direspon pemilik usaha biliar, akhirnya warga membuat tuntutan secara tertulis agar usaha tersebut bisa ditutup dalam 3x24 jam," ujar Maspuri kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Senin (16/1/2016).
Selain itu juga, kata Maspuri, arena biliar ini juga didatangi anak-anak pada malam hari. Sehingga warga khawatir akan merusak moral generasi muda pada masa depannya.
"Laporan dan pengaduan yang masuk ke kita dari masyarakat akan kita respon dengan cepat, khususnya yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Tidak hanya arena biliar di Pematang Pudu saja yang kita minta tutup, yang di KM 4 Kulim juga kita minta tutup sesuai harapan masyarakat yang sudah resah," ujarnya lagi.
Arena biliar di KM 4 itu, kata Maspuri juga dekat dengan sekolah dan sering dikunjungi pelajar.
"Saat kita turun kemarin, pemilik usaha tidak ada. Jadi beberapa sarana bermainnya seperti stik, bola, dan kartu kita sita. Dan pemiliknya kita berikan teguran agar menutup tempat usahanya yang terindikasi menjadi arena permainan judi juga," tutupnya.*** #BENGKALIS