PEKANBARU – Sekretaris Komisi IV DPRD Riau, Sugeng Pranoto, mendesak instansi terkait untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan raya yang diakibatkan oleh truk besar, terutama di daerah padat penduduk.

Dikatakan politisi Partai PDIP ini, dirinya kerap melihat banyak truk bertonase besar yang melintas di seputaran Jalan HR Soebrantas - Panam, dimana jalan ini merupakan kawasan padat lalu lintas.

Baca juga:  Pelajar SD Tewas Terlindas Truk, Kapan Kota Pekanbaru Terbebas dari ODOL?

GoRiau Sekretaris Komisi IV DPRD Riau
Sekretaris Komisi IV DPRD Riau, Sugeng Pranoto.

Apalagi, kemarin aktivitas truk bertonase besar ini memakan korban seorang anak SD yang baru pulang sekolah.

Baca juga:  712 Truk Bandel Masuk Kota Hingga ODOL Ditindak Ditlantas Polda Riau

"Saya kalau lewat sana, gak ada lihat petugas, baik Dishub atau Satlantas. Saya baru lihat kalau ada kecelakaan saja, kalau gak ada kecelakaan ya gak ada lihat," kata Sugeng, Minggu (26/6/2022).

Baca juga:  Atasi Kemacetan di Jalan HR Soebrantas Panam, Dishub Harus Larang Truk ODOL Lewat dan Rajin Lakukan Rekayasa Lalulintas

Sebagai informasi, Jalan HR Soebrantas merupakan jalanan perkotaan yang tidak diperuntukkan bagi mobil truk besar, sementara untuk mobil-mobil bertonase besar mestinya melewati Jalan Kubang Raya.

Bahkan, truk bertonase besar yang melintas disana masuk dalam kategori ODOL. Dimana, mereka memodifikasi kendaraannya baik dari sisi panjang atau tinggi kendaraan.

Ketiadaan petugas yang bertugas di sekitar jalan ini, kata Sugeng, membuat pengemudi truk ODOL ini bisa bebas melintas. Ini tentunya menjadi ancaman bagi masyarakat umum, terutama pemotor.

"Petugas yang sudah digaji negara, tolong jaga daerah sana, cegah mobil truk masuk jalan perkotaan, kasihan masyarakat. Jangan berjaga disana pas ada kunjungan pejabat dari Jakarta saja," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Jalan Garuda Sakti, Satria, mengungkapkan bahwa dia memang kerap ketakutan ketika ingin pulang ke rumah. Sebab, truk-truk besar ini memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kadang kita sudah pelan-pelan, truk besar ini kencang, di klakson keras-keras pula, kadang ada yang terkejut karena diklakson. Padahal kan Panam ini jalan perkotaan, belum lagi asapnya," ujarnya. ***